Ukraina timur mencekam, DK PBB sidang darurat
Senin, 14 April 2014 - 11:09 WIB
Ukraina timur mencekam, DK PBB sidang darurat
A
A
A
Sindonews.com - Dewan Keamanan (DK) PBB bersiap menggelar sidang darurat untuk membahas krisis di Ukraina timur yang semakin mencekam. Inisiatif sidang darurat itu pertama kali muncul dari Rusia yang gerah karena terus disalahkan atas krisis yang terjadi di Ukraina.
Duta Besar Nigeria untuk PBB, Joy Ogwu, yang negaranya memegang kepresidenan bergilir DK PBB sejak bulan April 2014, telah mengundang anggota DK PBB menggelar sidang pada Senin (14/4/2014) pukul 08.00 waktu Amerika Serikat. Informasi digelarnya sidang darurat itu disampaikan Ogwu dalam sebuah pernyataan.
Seorang diplomat negara Barat yang berbicara dengan syarat anonim, seperti dikutip Reuters, membenarkan, bahwa inisiatif sidang darurat itu digagas oleh Rusia. ”Sidang diminta oleh Rusia untuk membuat deklarasi terbaru Ukraina tentang operasi anti-teroris (dari pihak Ukraina) yang mengancam perdamaian dan keamanan,” katanya.
Sementara itu, dalam rilis tertulis yang diterima Sindonews, hari ini, Kementerian Luar Negeri Ukraina menuduh Layanan Khusus Rusia terlibat dalam operasi separatis di Ukraina timur. Mereka mengklaim sudah mengantongi bukti, bahwa Rusia sebagai biang kekacauan di Ukraina timur yang kini sedang memanas.
Alasan itulah yang menjadi salah satu dasar yang dipakai Pemerintah Ukraina untuk menggelar operasi anti-teroris. ”Layanan khusus Rusia dan penyabot memulai operasi separatis besar-besaran untuk merebut kekuasaan, mengacaukan situasi yang mengancam kehidupan warga Ukraina, serta pemisahan wilayah dari negara kita,” bunyi pernyataan kementerian itu yang disampaikan Kedutaan Besar Ukraina di Jakarta.
”Untuk melindungi kehidupan orang-orang, integritas teritorial dan keamanan negara, Badan Keamanan Nasional dan Dewan Pertahanan Ukraina telah memutuskan untuk meluncurkan operasi anti-teroris besar-besaran terhadap mereka yang berusaha untuk menghancurkan negara kita,” imbuh pernyataan tersebut. (Baca juga: Rusia dicap invasi Ukraina pakai gaya Crimea)
Duta Besar Nigeria untuk PBB, Joy Ogwu, yang negaranya memegang kepresidenan bergilir DK PBB sejak bulan April 2014, telah mengundang anggota DK PBB menggelar sidang pada Senin (14/4/2014) pukul 08.00 waktu Amerika Serikat. Informasi digelarnya sidang darurat itu disampaikan Ogwu dalam sebuah pernyataan.
Seorang diplomat negara Barat yang berbicara dengan syarat anonim, seperti dikutip Reuters, membenarkan, bahwa inisiatif sidang darurat itu digagas oleh Rusia. ”Sidang diminta oleh Rusia untuk membuat deklarasi terbaru Ukraina tentang operasi anti-teroris (dari pihak Ukraina) yang mengancam perdamaian dan keamanan,” katanya.
Sementara itu, dalam rilis tertulis yang diterima Sindonews, hari ini, Kementerian Luar Negeri Ukraina menuduh Layanan Khusus Rusia terlibat dalam operasi separatis di Ukraina timur. Mereka mengklaim sudah mengantongi bukti, bahwa Rusia sebagai biang kekacauan di Ukraina timur yang kini sedang memanas.
Alasan itulah yang menjadi salah satu dasar yang dipakai Pemerintah Ukraina untuk menggelar operasi anti-teroris. ”Layanan khusus Rusia dan penyabot memulai operasi separatis besar-besaran untuk merebut kekuasaan, mengacaukan situasi yang mengancam kehidupan warga Ukraina, serta pemisahan wilayah dari negara kita,” bunyi pernyataan kementerian itu yang disampaikan Kedutaan Besar Ukraina di Jakarta.
”Untuk melindungi kehidupan orang-orang, integritas teritorial dan keamanan negara, Badan Keamanan Nasional dan Dewan Pertahanan Ukraina telah memutuskan untuk meluncurkan operasi anti-teroris besar-besaran terhadap mereka yang berusaha untuk menghancurkan negara kita,” imbuh pernyataan tersebut. (Baca juga: Rusia dicap invasi Ukraina pakai gaya Crimea)
(mas)