AS prihatin atas serangan di Ukraina timur
Minggu, 13 April 2014 - 16:12 WIB
AS prihatin atas serangan di Ukraina timur
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry pada menyuarakan keprihatinannya terkait serangan terbaru di Ukraina timur, di mana dua gedung pemerintahan berhasil diduduki oleh sekelompok orang bersenjata.
“Dalam percakapan telepon dengan rekannya dari Rusia, Sergei Lavrov, Kerry mengatakan, serangan yang terjadi pada Sabtu, mirip dengan serangan sebelumnya di Ukraina timur dan Crimea," ungkap Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan.
"Sekretaris (Kerry) dengan gamblang menjelaskan, jika Rusia tidak mengambil langkah-langkah untuk menstabilkan situasi di Ukraina timur dan jika tidak memindahkan pasukannya dari perbatasan Ukraina, maka akan ada konsekuensi tambahan," pernyataan tersebut menambahkan.
Namun, Lavrov tidak tinggal diam menanggapi ancaman yang diberikan oleh Kerry, dia memberikan ancaman balik dengan menyatakan bahwa jika Ukraina menggunakan kekuatan militer, maka semuanya batal.
“Jika ancaman Kiev untuk menggunakan kekuatan terhadap militer tetap dilakukan, prospek untuk kerjasama lebih lanjut tentang isu Ukraina, termasuk pertemuan empat pihak yang direncanakan di Jenewa, akan digagalkan," ungkap Kementerian Luar Negeri Rusia.
Pertemuan empat negara antara Uni Eropa, AS, Rusia dan Ukraina rencananya dijadwalkan akan berlangsung 17 April mendatang.
“Dalam percakapan telepon dengan rekannya dari Rusia, Sergei Lavrov, Kerry mengatakan, serangan yang terjadi pada Sabtu, mirip dengan serangan sebelumnya di Ukraina timur dan Crimea," ungkap Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan.
"Sekretaris (Kerry) dengan gamblang menjelaskan, jika Rusia tidak mengambil langkah-langkah untuk menstabilkan situasi di Ukraina timur dan jika tidak memindahkan pasukannya dari perbatasan Ukraina, maka akan ada konsekuensi tambahan," pernyataan tersebut menambahkan.
Namun, Lavrov tidak tinggal diam menanggapi ancaman yang diberikan oleh Kerry, dia memberikan ancaman balik dengan menyatakan bahwa jika Ukraina menggunakan kekuatan militer, maka semuanya batal.
“Jika ancaman Kiev untuk menggunakan kekuatan terhadap militer tetap dilakukan, prospek untuk kerjasama lebih lanjut tentang isu Ukraina, termasuk pertemuan empat pihak yang direncanakan di Jenewa, akan digagalkan," ungkap Kementerian Luar Negeri Rusia.
Pertemuan empat negara antara Uni Eropa, AS, Rusia dan Ukraina rencananya dijadwalkan akan berlangsung 17 April mendatang.
(esn)