Ukraina & Rusia tegang, NATO: Pasukan AS bakal dikerahkan

Kamis, 10 April 2014 - 08:11 WIB
Ukraina & Rusia tegang,...
Ukraina & Rusia tegang, NATO: Pasukan AS bakal dikerahkan
A A A
Sindonews.com – NATO menyatakan pasukan militer Amerika Serikat (AS) segera dikerahkan ke wilayah Eropa, khususnya di wilayah perbatasan Ukraina dan Rusia. NATO berdalih, kebijakan itu sebagai solusi atas memanasnya situasi di Ukraina timur yang memicu ketegangan antara Rusia dan Ukraina.

Pernyataan itu disampaikan komandan Angkatan Udara AS yang bertanggung jawab atas pengerahan pasukan militer aliansi NATO di Eropa, Jenderal Philip Breedlove. Menurutnya, demi menjamin stabiliitas d Eropa, pasukan AS sebagai mitra NATO bisa dimobiliasasi ke Eropa.

Dalam sebuah wawancara dengan Associated Press, Breedlove mengklaim perwakilan dari 28 negara anggota NATO memintanya untuk menyiapkan rencana itu pada awal pekan depan.

Breedlove mengatakan, pihaknya siap meluncurkan proposal perihal pengerahan pasukan militer AS. ”(Namun), tidak akan melibatkan negara mana pun untuk menyertai AS,” katanya, semalam (9/4/204) seperti dilansir Rusia Today.

Rencana NATO itu seiring dengan memanasnya kembali wilayah Ukraina timur, setelah Crimea memilih lepas dari Ukraina dan bergabung dengan Rusia. Ada tiga wilayah di Ukraina timur yang ingin mengikuti jejak Crimea, yakni menuntut referendum untuk pisah dari Ukraina. Tiga wilayah itu adalah Kharkiv, Donetsk dan Luhansk.

Breedlove mengatakan, Rusia tidak hanya mengumpulkan sekitar 40.000 tentara di dekat perbatasan dengan Ukraina timur, tetapi juga memiliki kekuatan untuk menyerang dan mencaplok sebagian wilayah Ukraina itu dalam tempo tiga sampai lima hari.

”Apa yang kita lihat ada kekuatan sekitar 40.000 (tentara),” katanya. ”Saya akan menggambarkannya sebagai tentara gabungan. Dengan kata lain, ini adalah tentara dari semua provisi dan memungkinkan untuk melakukan kegiatan militer.”

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan, kekhawatiran Ukraina dan AS tidak beralasan. ”Rusia telah berulang kali menyatakan bahwa (kita) tidak melakukan kegiatan militer yang signifikan di dekat perbatasan dengan Ukraina,” bunyi pernyataan kementerian itu.
(mas)
Berita Terkait
Situasi Energi Ukraina...
Situasi Energi Ukraina Memburuk, Gelap Gulita Dilanda Krisis Listrik
Efek Ekonomi Krisis...
Efek Ekonomi Krisis Rusia Vs Ukraina
Kalah dari Ukraina,...
Kalah dari Ukraina, Spanyol Krisis Penyerang
Krisis Energi di Eropa...
Krisis Energi di Eropa Akibat Buah Simalakama
Waspadai Pelemahan Ekspor...
Waspadai Pelemahan Ekspor Lanjutan
Krisis Ukraina: Biden...
Krisis Ukraina: Biden Tolak Garis Merah Rusia
Berita Terkini
Zelensky: Rusia Minta...
Zelensky: Rusia Minta Tambahan 30.000 Tentara Korea Utara untuk Perang Melawan Ukraina
5 menit yang lalu
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
31 menit yang lalu
Sebuah Mobil Tabraki...
Sebuah Mobil Tabraki Kerumunan Pawai LGBTQ, 1 Tewas, 17 Luka
1 jam yang lalu
Trump Batal Serang Iran...
Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot
1 jam yang lalu
Ketika Demo Partai Kecoa...
Ketika Demo Partai Kecoa Berhasil Memaksa Menteri Pendidikan India Mundur atas Bocornya Soal Ujian
2 jam yang lalu
Mengapa Venezuela Masih...
Mengapa Venezuela Masih Tak Bisa Ambil 31 Ton Emas yang Disimpan di Bank of England?
3 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved