Riwayat kelam Walfrida, TKI pembunuh WN Malaysia

Kamis, 03 April 2014 - 14:32 WIB
Riwayat kelam Walfrida,...
Riwayat kelam Walfrida, TKI pembunuh WN Malaysia
A A A
Sindonews.com - Sidang terhadap Walfrida Soik (WS), tenaga kerja Indonesia (TKI) yang dituduh membunuh majikannya di Malaysia, kembali digelar di Mahkamah Tinggi Kota Bharu, Kelantan, Malaysia, kemarin.

Dalam sidang tersebut, para saksi ahli membeberkan riwayat kehidupan kelam WS, termasuk kondisi psikologis yang diharapkan dapat meringankan hukuman WS yang terancam hukuman mati. Para saksi ahli yang meringankan WS didatangkan tm pengacara Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur.

Para saksi itu, antara lain, Dr. Badiah Yahya,Dr. Nur Zamuna binti Moh Nur dan Dr. Normaheza Ahmad Badrudin. Ketiganya membeberkan kondisi abnormal WS.

Badiah mengatakan, WS mengalami kondisi acute and transient psychotic disorder yang terjadi seketika karena ada faktor pemicu. Keterangan itu mematahkan argumentasi Jaksa Penuntut Umum (JPU), Puan Julia Ibrahim yang menyatakan WS masih mampu berpikir setelah melakukan pembunuhan terhadap majikannya, dengan fakta WS masih sempat berganti pakaian dan mengambil dompet.

Menurut Badiah, WS juga mengalami disorganized speech and behavior atau berbicara dan berperilaku yang tidak teratur. Hal itu telah dibuktikan beberapa pakar, termasuk pakar dari Universitas New Castle, Inggris.

Nur Zamuna, dokter RS Permai Johor yang sempat mengunjungi kampung WS di Atambua, NTT, juga mengungkap riwayat kehidupan kelam WS yang dirundung banyak masalah. Di antaranya, WS mengalami penyakit epilepsi.

“WS menyaksikan pembunuhan langsung semasa konflik; dia tidak bisa fokus dan diam yang menyebabkan dirinya tidak dapat bersekolah; suka berbicara sendiri dan sering menjerit di waktu malam,” tulis KBRI keterangan tertulis yang diterima Sindonews, Kamis (3/4/2014), mengacu keterangan Nur.

Saksi ketiga Normaheza, dokter yang melakukan pemeriksaan Intelligence Quotient (IQ) WS. Menurutnya, WS memiliki IQ yang sangat rendah (extremely low) yaitu 52. Padahal IQ rata-rata nuntuk orang seusianya adalah 90-110.

”Akibatnya WS memiliki keterbatasan untuk memahami kenyataan yang ada di sekelilingnya, sulit mengendalikan diri dan sulit mengambil keputusan secara rasional.”

Pada siang hari ini, saksi lain yang bakal dihadirkan untuk meringankan WS di antaranya, dokter yang melakukan pemeriksaan tulang WS, Paman WS dan Pastor dari Gereja Paroki Roh Kudus Halilulik.
(mas)
Berita Terkait
Berlakukan Lockdown,...
Berlakukan Lockdown, Begini Kondisi Terkini Malaysia
Perayaan HUT Malaysia...
Perayaan HUT Malaysia ke-65
Penampakan Banjir Parah...
Penampakan Banjir Parah yang Merendam Apartemen dan Rumah di Selangor Malaysia
Anwar Ibrahim, Dilantik...
Anwar Ibrahim, Dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia
Polri Cek Akun Penghina...
Polri Cek Akun Penghina Raja Malaysia
Malaysia Umumkan Pembubaran...
Malaysia Umumkan Pembubaran Parlemen, Gelar Pemilu Lebih Cepat
Berita Terkini
Iran Dituding Minta...
Iran Dituding Minta Jeda Serangan saat Pemakaman Khamenei, Trump: Kita Serang Lagi pada Rabu Malam
3 jam yang lalu
2 Geng Kriminal Ditarget...
2 Geng Kriminal Ditarget Trump, Brasil: Invasi AS di Depan Mata
5 jam yang lalu
Iran dan AS Saling Serang,...
Iran dan AS Saling Serang, Trump: Gencatan Senjata Berakhir
6 jam yang lalu
3 Kali Serangan Rudal...
3 Kali Serangan Rudal Rusia ke Kyiv dalam Sepekan, Ukraina Makin Tak Berdaya?
6 jam yang lalu
Trump Luapkan Kemarahan...
Trump Luapkan Kemarahan ke NATO, Ini 4 Pemicunya
7 jam yang lalu
AS Makin Kerdil, Pakar...
AS Makin Kerdil, Pakar Ini Sebut Eropa Kini Jadi Pemimpin Utama NATO
8 jam yang lalu
Infografis
Konten Kreator Muslim...
Konten Kreator Muslim asal Israel Beli Paspor Rp2 Miliar demi Masuk Malaysia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved