PBB: Sepanjang Maret, 529 tewas akibat kekerasan di Irak
Rabu, 02 April 2014 - 17:01 WIB
PBB: Sepanjang Maret, 529 tewas akibat kekerasan di Irak
A
A
A
Sindonews.com – Sebanyak 592 warga Irak tewas dan 1.234 terluka dalam serangan kekerasan di Irak pada bulan Maret. Demikian dilaporkan Misi Bantuan PBB untuk Irak (UNAMI).
Laporan tersebut menytakan, 484 korban tewas adalah warga sipil dan personil polisi, warga sipil, dan 108 lainnya adalah anggota pasukan keamanan. Dilaporkan pula, 1.104 warga sipil dan personil polisi sipil terluka sepanjang Maret. UNAMI juga menambahkan, 130 anggota keamanan terluka dalam aksi terorisme dan kekerasan pada bulan Maret.
UNAMI sendiri tidak memasukan korban di provinsi Anbar dalam laporannya, di mana bentrokan kerap terjadi antara pasukan keamanan dan militan. Namun, UNAMI mendapatkan informasi dari Direktorat Kesehatan di provinsi Anbar yang mencatat setidaknya total korban sipil hingga 30 Maret adalah 156 tewas dan 741 luka-luka di seluruh provinsi.
Utusan PBB untuk Irak, Nickolay Mladenov mendesak para pemimpin Irak dan politisi untuk bersatu dalam menghadapai kekerasan yang terjadi di negara tersebut. Terlebih, pemilihan umum sudah semakin dekat. Pemilihan umum di Irak sendiri rencananya akan digelar pada 30 April mendatang.
"Dengan semakin dekatnya pemilihan umum, saya menekankan perlunya persatuan untuk menghadapi kekerasan dan ancaman teroris di Irak. Para pemimpin politik, sosial, dan keagamaan Irak memiliki tanggung jawab yang mendesak untuk mendirikan mekanisme dialog dan resolusi konflik antara berbagai pemangku kepentingan," ungkap Mladenov, seperti dilansir Xinhua, Rabu (2/4/2014).
Laporan tersebut menytakan, 484 korban tewas adalah warga sipil dan personil polisi, warga sipil, dan 108 lainnya adalah anggota pasukan keamanan. Dilaporkan pula, 1.104 warga sipil dan personil polisi sipil terluka sepanjang Maret. UNAMI juga menambahkan, 130 anggota keamanan terluka dalam aksi terorisme dan kekerasan pada bulan Maret.
UNAMI sendiri tidak memasukan korban di provinsi Anbar dalam laporannya, di mana bentrokan kerap terjadi antara pasukan keamanan dan militan. Namun, UNAMI mendapatkan informasi dari Direktorat Kesehatan di provinsi Anbar yang mencatat setidaknya total korban sipil hingga 30 Maret adalah 156 tewas dan 741 luka-luka di seluruh provinsi.
Utusan PBB untuk Irak, Nickolay Mladenov mendesak para pemimpin Irak dan politisi untuk bersatu dalam menghadapai kekerasan yang terjadi di negara tersebut. Terlebih, pemilihan umum sudah semakin dekat. Pemilihan umum di Irak sendiri rencananya akan digelar pada 30 April mendatang.
"Dengan semakin dekatnya pemilihan umum, saya menekankan perlunya persatuan untuk menghadapi kekerasan dan ancaman teroris di Irak. Para pemimpin politik, sosial, dan keagamaan Irak memiliki tanggung jawab yang mendesak untuk mendirikan mekanisme dialog dan resolusi konflik antara berbagai pemangku kepentingan," ungkap Mladenov, seperti dilansir Xinhua, Rabu (2/4/2014).
(esn)