Usai tragedi MH370, kapasitas kotak hitam perlu direvisi

Rabu, 02 April 2014 - 10:33 WIB
Usai tragedi MH370,...
Usai tragedi MH370, kapasitas kotak hitam perlu direvisi
A A A
Sindonews.com - Industri penerbangan global perlu merevisi kapasitas rekaman kotak hitam pesawat atau perekam data penerbangan setelah tragedi hilangnya Malaysia Airlines MH370. Demikian pernyataan Wakil Presiden International Air Travel Association (IATA), Kevin Hiatt.

Saat ini, kotak hitam sebuah pesawat komersial yang sejatinya berwarna oranye itu hanya mampu merekam data dua jam terakhir sebelum pesawat mendarat ataupun mengalami insiden. Itu berarti hanya dua jam terakhir dari percakapan awak kokpit yang bisa direkam kotak hitam sebelum pesawat mengalami insiden.

”Investigasi kecelakaan lalu benar-benar difokuskan pada beberapa menit terakhir dari percakapan antara pilot dan pengendali lalu lintas udara,” kata Hiatt. “Untuk memiliki (rekaman data) berjam-jam belum relevan.”

”Mungkin ada revisi. Tapi, karena sejarah masa lalu, perekam suara kokpit pada dasarnya merekam (hanya) dua jam terakhir,” imbuh Hiatt, seperti dikutip The Star, Rabu (2/4/2014).

”Untuk menarik kesimpulan bahwa kita perlu mengubah atau tidak (kapasitas rekaman kotak hitam) mungkin menjadi sesuatu yang dapat kita wacanakan di masa depan,” lanjut dia.

Para ahli telah mengatakan bahwa percakapan kokpit yang berlangsung selama jam-jam penting ketika MH370 menghilang dari pantauan radar mungkin tidak tersedia di kotak hitam pesawat, mengingat kapasitas perekam di kotak hitam tersebut sangat terbatas.

Hiatt menambahkan, semua operator penerbangan harus disertifikasi oleh pemerintah. Salah satunya harus memenuhi persyaratan protokol tanggap darurat yang wajib diterapkan dalam pesawat.

“Dengan insiden khusus ( MH370 ), kita dapat meninjau kembali dan melihat protokol lain yang bisa diterapkan,” katanya, mengacu pada upaya perlindungan awak dan penumpang pesawat.
(mas)
Berita Terkait
Berlakukan Lockdown,...
Berlakukan Lockdown, Begini Kondisi Terkini Malaysia
Perayaan HUT Malaysia...
Perayaan HUT Malaysia ke-65
Penampakan Banjir Parah...
Penampakan Banjir Parah yang Merendam Apartemen dan Rumah di Selangor Malaysia
Anwar Ibrahim, Dilantik...
Anwar Ibrahim, Dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia
Polri Cek Akun Penghina...
Polri Cek Akun Penghina Raja Malaysia
Malaysia Umumkan Pembubaran...
Malaysia Umumkan Pembubaran Parlemen, Gelar Pemilu Lebih Cepat
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
5 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
9 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
10 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
11 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
12 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
13 jam yang lalu
Infografis
18 Kolonel AD Pecah...
18 Kolonel AD Pecah Bintang usai Promosi Jabatan di Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved