Diperiksa KPK Thailand, Yingluck bungkam
Senin, 31 Maret 2014 - 17:52 WIB
Diperiksa KPK Thailand, Yingluck bungkam
A
A
A
Sindonews.com - Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra diperiksa Komisi Anti - Korupsi Nasional (NACC) atau KPK-nya Thailand, Senin (31/3/2014). Yingluck diperiksa atas kasus dugaan korupsi dana subsidi beras.
Jika dalam kasus ini, Yingluck terbukti bersalah, dia akan kehilangan jabatannya sebagai perdana menteri, sekaligus dilarang terlibat dalam aktivitas politik. Namun, usai diperiksa Yingluck tidak bersedia memberikan komentar apa pun.
Yingluck dipriksa untuk menjelaskan tuduhan kelalaian dalam skema dana subsidi beras yang kontroversial. Namun, para pengamat menduga, komisi anti-korupsi Thailand itu sudah diatur lawan politik Yingluck untuk bergerak melawan perdana menteri yang hendak dilengserkan para demonstran pro-oposisi.
”Perdana menteri memberikan kesaksian lisan dan tertulis. Dia meminta NACC untuk menyampaikan beberapa pertanyaan, dan meminta waktu bagi pengacaranya untuk mengajukan banyak bukti,” kata anggota NACC, Pakdee Pothisiri, seperti diberitakan AFP.
Yingluck selama ini menuai banyak kritik soal skema dana subsidi beras. Kebijakan Yingluck itu memicu skandal korupsi besar-besaran di Thailand, sebab, dana itu disalurkan kepada petani di atas harga pasar untuk tanaman mereka.
Program dana subsidi itu, juga ditengarai bermuatan politis. Di mana kelompok petani selama ini dikenal sebagai basis suara pendukung keluarga Shinawatra, sejak kakak Yingluck, yakni Thaksin Shinawatra menjabat sebagai Perdana Menteri Thailand sebelum digulingkan militer. Thaksin sendiri berada di wilayah pengasingan untuk menghindari jeratan hukum.
Jika dalam kasus ini, Yingluck terbukti bersalah, dia akan kehilangan jabatannya sebagai perdana menteri, sekaligus dilarang terlibat dalam aktivitas politik. Namun, usai diperiksa Yingluck tidak bersedia memberikan komentar apa pun.
Yingluck dipriksa untuk menjelaskan tuduhan kelalaian dalam skema dana subsidi beras yang kontroversial. Namun, para pengamat menduga, komisi anti-korupsi Thailand itu sudah diatur lawan politik Yingluck untuk bergerak melawan perdana menteri yang hendak dilengserkan para demonstran pro-oposisi.
”Perdana menteri memberikan kesaksian lisan dan tertulis. Dia meminta NACC untuk menyampaikan beberapa pertanyaan, dan meminta waktu bagi pengacaranya untuk mengajukan banyak bukti,” kata anggota NACC, Pakdee Pothisiri, seperti diberitakan AFP.
Yingluck selama ini menuai banyak kritik soal skema dana subsidi beras. Kebijakan Yingluck itu memicu skandal korupsi besar-besaran di Thailand, sebab, dana itu disalurkan kepada petani di atas harga pasar untuk tanaman mereka.
Program dana subsidi itu, juga ditengarai bermuatan politis. Di mana kelompok petani selama ini dikenal sebagai basis suara pendukung keluarga Shinawatra, sejak kakak Yingluck, yakni Thaksin Shinawatra menjabat sebagai Perdana Menteri Thailand sebelum digulingkan militer. Thaksin sendiri berada di wilayah pengasingan untuk menghindari jeratan hukum.
(mas)