Baku tembak sengit, dua Korea umbar ratusan peluru
Senin, 31 Maret 2014 - 16:39 WIB
Baku tembak sengit, dua Korea umbar ratusan peluru
A
A
A
Sindonews.com –Baku tembak antara militer Korea Utara (Korut) dan militer Korea Selatan (Korsel) pada Senin (31/3/2014) belum berakhir dan terus memanas.
Militer Korut dilaporkan menembakan lebih dari 100 peluru ke perairan Korsel, yang dibalas dengan tembakan sekitar 300 peluru oleh militer Korsel ke perairan Korut.
Sebelum baku tembak pecah, militer Korut menembakkan peluru ke wilayah perairan Korsel. Sekitar 30 menit kemudian, tembakan itu dibalas militer Korsel yang memastikan warga di area perbatasan telah dievakuasi.
Pejabat pertahanan di Seoul, seperti dikutip Reuters, mengatakan, militer Korsel bergegas mengerahkan pesawat F - 15s di wilayah perbatasan maritime.
”Kami percaya tembakan militer Korut adalah provokasi yang direncanakan, dan sebagai upaya untuk menguji tekad militer kami untuk mempertahankan garis batas utara,” kata kata juru bicara Kementerian Pertahanan Korsel, Kim Min-seok.
Garis batas utara adalah wilayah perbatasan maritim kedua Korea, di mana di wilayah tersebut kedua militer Korea kerap terlibat bentrok. Tahun 2010 lalu, empat orang tewas ketika militer Korsel dan militer Korut bentrok di pulau Yeonpyeong, Korsel.
”Terserah militer kedua negara, baik untuk mengenali atau menolak jalur yang saling diklaim itu. Ini berlangsung bolak-balik, jadi ini mungkin episode lain dari itu,” kata Daniel Pinkston dari International Crisis Group.
Akademisi Korut Yang Moo-jin, berpendapat, ketegangan di Semenanjung Korea tak bisa lepas dari kenekatan Korsel dan Amerika Serikat yang menggelar latihan perang dengan alat-alat perang canggih. Padahal latihan perang gabungan itu sudah diprotes Pyongyang beberapa kali.
Militer Korut dilaporkan menembakan lebih dari 100 peluru ke perairan Korsel, yang dibalas dengan tembakan sekitar 300 peluru oleh militer Korsel ke perairan Korut.
Sebelum baku tembak pecah, militer Korut menembakkan peluru ke wilayah perairan Korsel. Sekitar 30 menit kemudian, tembakan itu dibalas militer Korsel yang memastikan warga di area perbatasan telah dievakuasi.
Pejabat pertahanan di Seoul, seperti dikutip Reuters, mengatakan, militer Korsel bergegas mengerahkan pesawat F - 15s di wilayah perbatasan maritime.
”Kami percaya tembakan militer Korut adalah provokasi yang direncanakan, dan sebagai upaya untuk menguji tekad militer kami untuk mempertahankan garis batas utara,” kata kata juru bicara Kementerian Pertahanan Korsel, Kim Min-seok.
Garis batas utara adalah wilayah perbatasan maritim kedua Korea, di mana di wilayah tersebut kedua militer Korea kerap terlibat bentrok. Tahun 2010 lalu, empat orang tewas ketika militer Korsel dan militer Korut bentrok di pulau Yeonpyeong, Korsel.
”Terserah militer kedua negara, baik untuk mengenali atau menolak jalur yang saling diklaim itu. Ini berlangsung bolak-balik, jadi ini mungkin episode lain dari itu,” kata Daniel Pinkston dari International Crisis Group.
Akademisi Korut Yang Moo-jin, berpendapat, ketegangan di Semenanjung Korea tak bisa lepas dari kenekatan Korsel dan Amerika Serikat yang menggelar latihan perang dengan alat-alat perang canggih. Padahal latihan perang gabungan itu sudah diprotes Pyongyang beberapa kali.
(mas)