Politikus AS: Tragedi MH370 tak terbukti ulah teroris
Senin, 31 Maret 2014 - 09:39 WIB
Politikus AS: Tragedi MH370 tak terbukti ulah teroris
A
A
A
Sindonews.com – Seorang anggota senior parlemen Amerika Serikat (AS), menyatakan penyidik tidak menemukan bukti keterlibatan teroris dalam tragedi hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370.
Tidak adanya bukti ulah reroris dalam insiden itu akan mempersempit ranah penyidikan tentang apa yang terjadi dengan pesawat yang hilang misterius sejak 8 Maret 2014 lalu. Ketua Komite Intelijen DPR AS, Mike Rogers dan Ketua Komite Intelijen Senat AS, Dianne Feinstein, mengatakan, bukti keterlibatan teroris tidak ditemukan.
“Saya telah mengamati hasil investigasi, yang membuat saya untuk menyimpulkan bahwa (ini), selain penerbangan yang normal, ada sesuatu yang tidak beres,” kata Rogers, kepada Fox News.
Para pejabat AS yang akrab dengan tim penyidik mengatakan, FBI telah memeriksa data simulator dan perangkat komputer milik pilot pesawat MH370, Kapten Zaharie Ahmad Shah. Namun, hingga kini mereka tidak menemukan hal yang mencurigakan.
Lebih dari dua lusin negara dan 60 pesawat terbang, serta puluhan kapal telah dikerahkan untuk mencari pesawat MH370 sejak hilang pada 8 Maret 2014. Namun, sampai sekarang hasilnya masih nihil.
Rogers mengatakan, peneliti AS akan melakukan analisis forensik rinci dari peralatan komputer, dan menyelidiki awak pesawat. Hanya saja, waktu yang dibutuhkan cukup lama.
”Kami hanya harus bersabar, karena hal ini bisa terungkap jika pesawat ditemukan, dan mereka dapat melakukan penyelidikan forensik pada (pesawat) itu,” lanjut Rogers.
Feinstein enggan mengomentari berbagai temuan puing mencurigakan, sebab selain tidak memiliki gambar tersebut, gambar-gambar tangkapan satelit yang ada selama ini tidak jelas.
“Anda harus mengerti bahwa intelijen Amerika tidak siap untuk menyelidiki kecelakaan pesawat. Itu bukan tugasnya . Tugas kita adalah terkait soal terorisme, rudal pertahanan dan hal semacam itu,” ujarnya seperti dilansir Reuters, Senin (31/3/2014).
Tidak adanya bukti ulah reroris dalam insiden itu akan mempersempit ranah penyidikan tentang apa yang terjadi dengan pesawat yang hilang misterius sejak 8 Maret 2014 lalu. Ketua Komite Intelijen DPR AS, Mike Rogers dan Ketua Komite Intelijen Senat AS, Dianne Feinstein, mengatakan, bukti keterlibatan teroris tidak ditemukan.
“Saya telah mengamati hasil investigasi, yang membuat saya untuk menyimpulkan bahwa (ini), selain penerbangan yang normal, ada sesuatu yang tidak beres,” kata Rogers, kepada Fox News.
Para pejabat AS yang akrab dengan tim penyidik mengatakan, FBI telah memeriksa data simulator dan perangkat komputer milik pilot pesawat MH370, Kapten Zaharie Ahmad Shah. Namun, hingga kini mereka tidak menemukan hal yang mencurigakan.
Lebih dari dua lusin negara dan 60 pesawat terbang, serta puluhan kapal telah dikerahkan untuk mencari pesawat MH370 sejak hilang pada 8 Maret 2014. Namun, sampai sekarang hasilnya masih nihil.
Rogers mengatakan, peneliti AS akan melakukan analisis forensik rinci dari peralatan komputer, dan menyelidiki awak pesawat. Hanya saja, waktu yang dibutuhkan cukup lama.
”Kami hanya harus bersabar, karena hal ini bisa terungkap jika pesawat ditemukan, dan mereka dapat melakukan penyelidikan forensik pada (pesawat) itu,” lanjut Rogers.
Feinstein enggan mengomentari berbagai temuan puing mencurigakan, sebab selain tidak memiliki gambar tersebut, gambar-gambar tangkapan satelit yang ada selama ini tidak jelas.
“Anda harus mengerti bahwa intelijen Amerika tidak siap untuk menyelidiki kecelakaan pesawat. Itu bukan tugasnya . Tugas kita adalah terkait soal terorisme, rudal pertahanan dan hal semacam itu,” ujarnya seperti dilansir Reuters, Senin (31/3/2014).
(mas)