Korut berniat lakukan uji coba nuklir terbaru
Minggu, 30 Maret 2014 - 19:07 WIB
Korut berniat lakukan uji coba nuklir terbaru
A
A
A
Sindonews.com – Korea Utara (Korut) mengaku tidak mengesampingkan adanya niat untuk menggelar uji coba nuklir terbaru. Korut juga membela uji coba peluncuran rudal yang mereka baru-baru ini dan memicu kecaman internasional.
"Kami tidak akan mengesampingkan bentuk baru dari uji coba nuklir yang bertujuan untuk memperkuat pertahanan nuklir kami," ungkap Kementerian Luar Negeri Korut dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita KCNA yang dikelola negara.
Sebelumnya, Dewan Keamanan (DK) PBB telah mengutuk uji coba peluncuran rudal jarak pendek yang diikuti serangkaian uji coba roket jarak jauh dalam beberapa pekan terakhir yang dilakukan oleh Korut.
"Hal ini sangat tidak dapat diterima, bahwa DK PBB mengutuk uji coba roket pertahanan kami, sementara mereka menutup mata terhadap praktik perang nuklir oleh Amerika Serikat (AS) yang memicu tindakan kami," kementerian tersebut melanjutkan.
"Dalam kasus ini AS mencari masalah lagi dengan kami dengan menyebut gerakan kami sebuah tindakan provokasi. Kami telah siap untuk mengambil berbagai langkah yang tidak bisa dibayangkan oleh musuh kami,” tegas kementerian tersebut.
Komisi Pertahanan Nasional Korut, yang dipimpin oleh pemimpin Korut Kim Jong-un, mengancam akan menunjukkan bentuk pertahanan nuklirnya. Tapi, menurut pihak Korea Selatan, belum ada tanda-tanda Korut akan melakukan tindakan itu dalam waktu dekat.
"Kami tidak akan mengesampingkan bentuk baru dari uji coba nuklir yang bertujuan untuk memperkuat pertahanan nuklir kami," ungkap Kementerian Luar Negeri Korut dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita KCNA yang dikelola negara.
Sebelumnya, Dewan Keamanan (DK) PBB telah mengutuk uji coba peluncuran rudal jarak pendek yang diikuti serangkaian uji coba roket jarak jauh dalam beberapa pekan terakhir yang dilakukan oleh Korut.
"Hal ini sangat tidak dapat diterima, bahwa DK PBB mengutuk uji coba roket pertahanan kami, sementara mereka menutup mata terhadap praktik perang nuklir oleh Amerika Serikat (AS) yang memicu tindakan kami," kementerian tersebut melanjutkan.
"Dalam kasus ini AS mencari masalah lagi dengan kami dengan menyebut gerakan kami sebuah tindakan provokasi. Kami telah siap untuk mengambil berbagai langkah yang tidak bisa dibayangkan oleh musuh kami,” tegas kementerian tersebut.
Komisi Pertahanan Nasional Korut, yang dipimpin oleh pemimpin Korut Kim Jong-un, mengancam akan menunjukkan bentuk pertahanan nuklirnya. Tapi, menurut pihak Korea Selatan, belum ada tanda-tanda Korut akan melakukan tindakan itu dalam waktu dekat.
(esn)