Suriah bebaskan 500 pemberontak, rekonsiliasi nasional berlanjut
Minggu, 30 Maret 2014 - 17:03 WIB
Suriah bebaskan 500 pemberontak, rekonsiliasi nasional berlanjut
A
A
A
Sindonews.com – Pihak berwenang Suriah bebaskan 500 pemberontak yang baru saja menyerahkan diri kepada tentara pemerintah pada Sabtu di provinsi Daraa, Suriah. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya rekonsiliasi pemerintah, kantor berita resmi SANA melaporkan, Minggu (30/3/2014).
Tentara Suriah telah membuat pernyataan selama beberapa bulan terakhir untuk mendesak para pejuang oposisi untuk menyerahkan diri kepada pihak berwenang dan pemerintah menjanjikan untuk membersihkan catatan mereka.
Pemerintah Suriah telah berulang kali mengatakan, kalau mereka berusaha untuk melakukan upaya rekonsiliasi nasional dan telah memulihkan keamanan di beberapa daerah di ibukota dan sekitarnya, yang memungkinkan keluarga pengungsi untuk kembali ke rumah.
Menteri Rekonsiliasi Nasional, Ali Haidar mengatakan, suasana di Suriah saat ini cocok untuk proses rekonsiliasi yang nyata, menyusul kekalahan pemberontak dalam pertempuran.
"Suasana untuk melakukan proses rekonsiliasi yang nyata telah dicapai selama beberapa bulan terakhir, karena para pemberontak telah kalah dalam pertempuran, itulah mengapa banyak dari mereka terpaksa menyerahkan diri untuk menyelesaikan situasi mereka dan untuk mencapai kesepakatan dengan negara," ungkap Haidar.
Tentara Suriah telah membuat pernyataan selama beberapa bulan terakhir untuk mendesak para pejuang oposisi untuk menyerahkan diri kepada pihak berwenang dan pemerintah menjanjikan untuk membersihkan catatan mereka.
Pemerintah Suriah telah berulang kali mengatakan, kalau mereka berusaha untuk melakukan upaya rekonsiliasi nasional dan telah memulihkan keamanan di beberapa daerah di ibukota dan sekitarnya, yang memungkinkan keluarga pengungsi untuk kembali ke rumah.
Menteri Rekonsiliasi Nasional, Ali Haidar mengatakan, suasana di Suriah saat ini cocok untuk proses rekonsiliasi yang nyata, menyusul kekalahan pemberontak dalam pertempuran.
"Suasana untuk melakukan proses rekonsiliasi yang nyata telah dicapai selama beberapa bulan terakhir, karena para pemberontak telah kalah dalam pertempuran, itulah mengapa banyak dari mereka terpaksa menyerahkan diri untuk menyelesaikan situasi mereka dan untuk mencapai kesepakatan dengan negara," ungkap Haidar.
(esn)