Korut: Selebaran anti-Pyongyang dari Korsel picu perang!
Sabtu, 29 Maret 2014 - 12:04 WIB
Korut: Selebaran anti-Pyongyang dari Korsel picu perang!
A
A
A
Sindonews.com-Pemerintah Korea Utara (Korut) memperingatkan Korea Selatan, bahwa hubungan kedua Korea bisa masuk ke fase “bencana”. Korut juga memperingatkan, munculnya selebaran anti-Pyongyang di Korsel bisa memicu perang.
Pernyataan itu dikeluarkan pada Sabtu (29/3/2014), beberapa jam setelah Kementerian Luar Negeri Korut menyatakan, bahwa mereka mendukung gencatan senjata. Kementerian itu lantas menuduh Amerika Serikat sengaja menyulut ketegangan dengan mengajak Korsel untuk latihan perang bersama.
Korut menganggap munculnya selebaran anti-Pyongyang di Korsel sebagai bentuk provokasi serius, dan Korut akan membalasnya. ”Hubungan Korut-Korsel telah didorong ke fase bencana lagi karena munculnya selebaran anti-DPRK (Korut),” bunyi pernyataan Pemerintah Korut, seperti dilansir Al Jazeera.
“Operasi penyebaran selebaran dan kampanye kotor adalah tindakan terang-terangan untuk mendeklarasikan perang,” lanjut pernyataan itu.
Menurut pihak Korut, pada hari Rabu militer Korsel menyebar selebaran yang berisi kecaman terhadap rezim dan pemimpin Korut, Kim Jong-un. Bentuk selebaran itu bahkan ada yang berwujud balon yang terbang ke wilayah perbatasan yang menjadi sengketa kedua negara.
Namun, Pemerintah Korsel membantah tuduhan itu. Seorang pejabat militer setempat mengatakan kepada kantor berita Yonhap, bahwa selebaran itu diluncurkan oleh kelompok Kristen lokal.
Pernyataan itu dikeluarkan pada Sabtu (29/3/2014), beberapa jam setelah Kementerian Luar Negeri Korut menyatakan, bahwa mereka mendukung gencatan senjata. Kementerian itu lantas menuduh Amerika Serikat sengaja menyulut ketegangan dengan mengajak Korsel untuk latihan perang bersama.
Korut menganggap munculnya selebaran anti-Pyongyang di Korsel sebagai bentuk provokasi serius, dan Korut akan membalasnya. ”Hubungan Korut-Korsel telah didorong ke fase bencana lagi karena munculnya selebaran anti-DPRK (Korut),” bunyi pernyataan Pemerintah Korut, seperti dilansir Al Jazeera.
“Operasi penyebaran selebaran dan kampanye kotor adalah tindakan terang-terangan untuk mendeklarasikan perang,” lanjut pernyataan itu.
Menurut pihak Korut, pada hari Rabu militer Korsel menyebar selebaran yang berisi kecaman terhadap rezim dan pemimpin Korut, Kim Jong-un. Bentuk selebaran itu bahkan ada yang berwujud balon yang terbang ke wilayah perbatasan yang menjadi sengketa kedua negara.
Namun, Pemerintah Korsel membantah tuduhan itu. Seorang pejabat militer setempat mengatakan kepada kantor berita Yonhap, bahwa selebaran itu diluncurkan oleh kelompok Kristen lokal.
(mas)