Polisi Diraja Malaysia ringkus sindikat perdagangan manusia
Jum'at, 28 Maret 2014 - 17:41 WIB
Polisi Diraja Malaysia ringkus sindikat perdagangan manusia
A
A
A
Sindonews.com – Kerjasama antara Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia dengan Polisi Diraja Malaysia dalam hal pemberatasan perdagangan manusia akhirnya membuahkan hasil.
Menurut rilis dari KBRI Malaysia yang diterima Sindonews, polisi Diraja Malaysia yang bekerjasama dengan KBRI berhasil menangkap seorang pria warga negara Yordania bernama lyad Mansour (47), yang merupakan anggota sindikat pelaku tindak pidana perdagangan manusia di Asia Tenggara.
“lyad Mansour merupakan otak pelaku dan pimpinan sindikat tindak pidana perdagangan manusia yang menjual dan menyalurkan korbannya ke beberapa negara konflik dan negara tujuan penempatan di Timur Tengah. Dalam aksinya, Mansor merekrut WNI yang bertugas mencari calon korban di Indonesia,” ungkap KBRI Malaysia melalui pernyataan, Jumat (28/3/2014).
“Penangkapan Mansor ini merupakan hasil kerjasama dan komunikasi yang intensif antara KBRI Kuala Lumpur dan Perwakilan Indonesia di Timur Tengah, khususnya KBRI Amman, KBRI Damaskus dan KBRI Kairo yang terus menerus berupaya menggali informasi dari berbagai sumber mengenai modus operasi penempatan TKI ke Timur Tengah secara non prosedural melalui Kuala Lumpur,” pernyataan tersebut menambahkan.“KBRI Kuala Lumpur terus berkomitmen untuk meningkatkan kerjasama dengan otoritas Malaysia dalam pemberantasan kejahatan perdagangan orang,” tutup pernyataan tersebut.
Menurut rilis dari KBRI Malaysia yang diterima Sindonews, polisi Diraja Malaysia yang bekerjasama dengan KBRI berhasil menangkap seorang pria warga negara Yordania bernama lyad Mansour (47), yang merupakan anggota sindikat pelaku tindak pidana perdagangan manusia di Asia Tenggara.
“lyad Mansour merupakan otak pelaku dan pimpinan sindikat tindak pidana perdagangan manusia yang menjual dan menyalurkan korbannya ke beberapa negara konflik dan negara tujuan penempatan di Timur Tengah. Dalam aksinya, Mansor merekrut WNI yang bertugas mencari calon korban di Indonesia,” ungkap KBRI Malaysia melalui pernyataan, Jumat (28/3/2014).
“Penangkapan Mansor ini merupakan hasil kerjasama dan komunikasi yang intensif antara KBRI Kuala Lumpur dan Perwakilan Indonesia di Timur Tengah, khususnya KBRI Amman, KBRI Damaskus dan KBRI Kairo yang terus menerus berupaya menggali informasi dari berbagai sumber mengenai modus operasi penempatan TKI ke Timur Tengah secara non prosedural melalui Kuala Lumpur,” pernyataan tersebut menambahkan.“KBRI Kuala Lumpur terus berkomitmen untuk meningkatkan kerjasama dengan otoritas Malaysia dalam pemberantasan kejahatan perdagangan orang,” tutup pernyataan tersebut.
(esn)