Remehkan Rusia, Obama: Barat akan menang tanpa perang
Kamis, 27 Maret 2014 - 17:38 WIB
Remehkan Rusia, Obama: Barat akan menang tanpa perang
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama menguraikan secuil strateginya dalam menghadapi Rusia atas krisis Ukraina. Dalam menguraikan strategi itu, Obama meremehkan Rusia dan mengklaim negara-negara Barat akan menang tanpa mengerahkan kekuatan militer atau perang.
Pernyataan Obama itu disampaikan dalam sebuah pidato di depan 2.000 orang di Palais des Beaux – Arts, Brussels, Rabu (26/3/2014) waktu setempat. Dalam pidatonya, Obama tidak mampu menyembunyikan rasa frustrasi AS atas tindakan Rusia di Ukraina.
Obama menguraikan perbedaan ide-ide negara-negara Barat dengan Rusia. Dia lantas menyentil Rusia yang dia anggap mencaplok Crimea dari Ukraina. Obama bersikeras tindakan Rusia itu telah melanggar hukum internasional.
Obama mengatakan, Eropa dihadapkan asumsi bahwa negara-negara yang lebih besar dapat menggertak yang lebih kecil. Namun, Obama menegaskan AS dan Rusia tidak terlibat Perang Dingin. Dia melanjutkan, negara-negara Barat akan menang tanpa dengan aksi militer, melainkan dengan strategi lain.
Menurutnya, seiring dengan berjalannya waktu, Rusia akan menyadari bahwa kekerasan tidak bisa menang. Obama sengaja melempar polemik krisis Ukraina itu sebagai benturan ideologi. Kendati demikian, Obama memperingatkan, jika Rusia tetap terus berjalan dengan prinsipnya terkait krisis Ukraina, sanksi terhadap Rusia akan diperluas dan ekonomi Moskow akan runtuh.
Presiden AS itu mengklaim negaranya dan Eropa sudah bersatu.“Jika kita sudah mendapat semua pertahanan secara kolektif, kita akan mendapat chip,” katanya, seperti dikutip BBC, Kamis (27/3/2014). Chip yang dimaksud Obama adalah strategi khusus dalam menghadapi Rusia.
Pernyataan Obama itu disampaikan dalam sebuah pidato di depan 2.000 orang di Palais des Beaux – Arts, Brussels, Rabu (26/3/2014) waktu setempat. Dalam pidatonya, Obama tidak mampu menyembunyikan rasa frustrasi AS atas tindakan Rusia di Ukraina.
Obama menguraikan perbedaan ide-ide negara-negara Barat dengan Rusia. Dia lantas menyentil Rusia yang dia anggap mencaplok Crimea dari Ukraina. Obama bersikeras tindakan Rusia itu telah melanggar hukum internasional.
Obama mengatakan, Eropa dihadapkan asumsi bahwa negara-negara yang lebih besar dapat menggertak yang lebih kecil. Namun, Obama menegaskan AS dan Rusia tidak terlibat Perang Dingin. Dia melanjutkan, negara-negara Barat akan menang tanpa dengan aksi militer, melainkan dengan strategi lain.
Menurutnya, seiring dengan berjalannya waktu, Rusia akan menyadari bahwa kekerasan tidak bisa menang. Obama sengaja melempar polemik krisis Ukraina itu sebagai benturan ideologi. Kendati demikian, Obama memperingatkan, jika Rusia tetap terus berjalan dengan prinsipnya terkait krisis Ukraina, sanksi terhadap Rusia akan diperluas dan ekonomi Moskow akan runtuh.
Presiden AS itu mengklaim negaranya dan Eropa sudah bersatu.“Jika kita sudah mendapat semua pertahanan secara kolektif, kita akan mendapat chip,” katanya, seperti dikutip BBC, Kamis (27/3/2014). Chip yang dimaksud Obama adalah strategi khusus dalam menghadapi Rusia.
(mas)