Obama tegaskan Barat akan tetap menentang Rusia
Kamis, 27 Maret 2014 - 16:55 WIB
Obama tegaskan Barat akan tetap menentang Rusia
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mendesak dunia Barat untuk berdiri teguh dalam menentang pengambilalihan Crimea oleh Rusia. Obama mengatakan, seiring berjalannya waktu, Rusia akan menyadari kalau kekerasan tidak akan bisa menang.
“Serangan Kremlin ke Crimea telah melanggar keyakinan, bahwa hukum internasional itu penting, bahwa perbatasan tidak dapat digambar ulang, bahwa orang-orang harus memutuskan masa depan mereka sendiri,” ungkap Obama, seperti dilansir Chanel News Asia, Kamis (27/3/2014).
Sebelumnya di Brussels, Belgia, Obama melakukan pertemuan singkat dengan para pejabat tinggi Uni Eropa untuk membahas krisis di Ukraina dan mendesak Eropa dan Amerika untuk bersatu menentang apa yang dilakukan Rusia.
Obama dan kepala NATO Anders Fogh Rasmussen menyerukan penguatan aliansi militer di pinggiran timur Eropa, di mana negara-negara tersebut pernah berada di bawah naungan Uni Soviet dan mereka takut akan menjadi sasaran intervensi Rusia selanjutnya.
Barat dan sekutunya sendiri sudah menjatuhkan sanksi kepada Rusia, berupa sanksi ekonomi dan membekukan keanggotaan Rusia di kelompok G8.
“Serangan Kremlin ke Crimea telah melanggar keyakinan, bahwa hukum internasional itu penting, bahwa perbatasan tidak dapat digambar ulang, bahwa orang-orang harus memutuskan masa depan mereka sendiri,” ungkap Obama, seperti dilansir Chanel News Asia, Kamis (27/3/2014).
Sebelumnya di Brussels, Belgia, Obama melakukan pertemuan singkat dengan para pejabat tinggi Uni Eropa untuk membahas krisis di Ukraina dan mendesak Eropa dan Amerika untuk bersatu menentang apa yang dilakukan Rusia.
Obama dan kepala NATO Anders Fogh Rasmussen menyerukan penguatan aliansi militer di pinggiran timur Eropa, di mana negara-negara tersebut pernah berada di bawah naungan Uni Soviet dan mereka takut akan menjadi sasaran intervensi Rusia selanjutnya.
Barat dan sekutunya sendiri sudah menjatuhkan sanksi kepada Rusia, berupa sanksi ekonomi dan membekukan keanggotaan Rusia di kelompok G8.
(esn)