Ratusan pekerja Fukuhsima terkena radiasi nuklir
Kamis, 27 Maret 2014 - 13:39 WIB
Ratusan pekerja Fukuhsima terkena radiasi nuklir
A
A
A
Sindonews.com – Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang mengkonfirmasi bahwa 142 pekerja reaktor nuklir Fukushima terkena radiasi nuklir. Ratusan orang itu berkerja untuk menangani kebocoran reaktor nuklir nomor satu di Fukushima.
Namun pengelola reaktor nuklir Fukushima, Tokyo Electric Power Co (Tepco) meremehkan dampak radiasi nuklir tersebut. Menurut kementerian itu, data yang diberikan Tepco, angka kontaminasi nuklir terhadap 142 meningkat dengan rata-rata sekitar 5,86 millisieverts.
Media Jepang, Asahi Shimbun, melaporkan, seorang karyawan laki-laki terkena radiasi dengan kisaran 180 millisieverts. Padahal, awalnya dia hanya terkena dampak radiasi nuklir sekitar 90 millisieverts.
“Angka dampak radiasi pada dua pekerja lainnya juga meningkat, dari 50 menjadi kurang dari 100 millisieverts,” tulis media Jepang itu mengutip data kementerian terkait, yang dilansir Kamis (27/3/2014).
Menurut Komisi Proteksi Radiologi Internasional, seseorang seharusnya tidak boleh terkena dampak radiasi nuklir lebih dari satu millisievert per tahun. Dampak terburuk dari radiasi nuklir adalah bisa terkena kanker.
Kementerian itu mendesak Tepco, untuk memberikan data terbaru dari para pekerja di reaktor nuklir Fukushima.Tiga tahun setelah bencana kebocoran reaktor nuklir Fukushima, Jepang masih berjuang untuk mengatasinya. Reaktor nuklir Fukushima bocor setelah diguncang gempa besar dan tsunami pada 11 Maret 2011. Setidaknya tiga reaktor nuklir lumpuh akibat bencana besar itu.
Namun pengelola reaktor nuklir Fukushima, Tokyo Electric Power Co (Tepco) meremehkan dampak radiasi nuklir tersebut. Menurut kementerian itu, data yang diberikan Tepco, angka kontaminasi nuklir terhadap 142 meningkat dengan rata-rata sekitar 5,86 millisieverts.
Media Jepang, Asahi Shimbun, melaporkan, seorang karyawan laki-laki terkena radiasi dengan kisaran 180 millisieverts. Padahal, awalnya dia hanya terkena dampak radiasi nuklir sekitar 90 millisieverts.
“Angka dampak radiasi pada dua pekerja lainnya juga meningkat, dari 50 menjadi kurang dari 100 millisieverts,” tulis media Jepang itu mengutip data kementerian terkait, yang dilansir Kamis (27/3/2014).
Menurut Komisi Proteksi Radiologi Internasional, seseorang seharusnya tidak boleh terkena dampak radiasi nuklir lebih dari satu millisievert per tahun. Dampak terburuk dari radiasi nuklir adalah bisa terkena kanker.
Kementerian itu mendesak Tepco, untuk memberikan data terbaru dari para pekerja di reaktor nuklir Fukushima.Tiga tahun setelah bencana kebocoran reaktor nuklir Fukushima, Jepang masih berjuang untuk mengatasinya. Reaktor nuklir Fukushima bocor setelah diguncang gempa besar dan tsunami pada 11 Maret 2011. Setidaknya tiga reaktor nuklir lumpuh akibat bencana besar itu.
(mas)