Renggut 59 jiwa, virus mematikan Ebola mewabah di Afrika
Rabu, 26 Maret 2014 - 13:54 WIB
Renggut 59 jiwa, virus mematikan Ebola mewabah di Afrika
A
A
A
Sindonews.com – Virus mematikan Ebola yang telah menewaskan 59 orang di Guinea, telah menyebar ke beberapa negara di Afrika Barat. Virus mematikan itu telah membuat rakyat Sierra Leone dan Liberia ketakutan.
Yang membuat rakyat Afrika Barat ketakutan adalah melihat orang-orang meninggal dalam hitungan hari setelah terkena virus Ebola.
Virus tersebut menjadi salah satu penyakit menular yang paling mematikan. Di Guinea tenggara, negara pertama yang mengkonfirmasi wabah Ebola, sebagian besar warga menghindari pertemuan besar agar tidak terkontaminasi virus Ebola.
Otoritas kesehatan di Liberia telah mencatat ada delapan kasus yang diduga terkena serangan virus Ebola. Sebagian korban merupakan warga yang melintasi perbatasan Guinea. Lima di antaranya telah meninggal.
Reuterspada Rabu (26/3/2014), melaporkan bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat ada 86 kasus yang diduga sebagai serangan virus Ebola. Di mana 59 orang telah meninggal.
”Orang-orang benar-benar takut. Mereka telah melihat orang meninggal dalam hitungan hanya dua atau tiga hari. Mereka terus-menerus khawatir siapa yang akan menjadi korban tewas berikutnya,” kata Joseph Gbaka Sandounou, petugas badan bantuan International di Guekedou.
Yang membuat rakyat Afrika Barat ketakutan adalah melihat orang-orang meninggal dalam hitungan hari setelah terkena virus Ebola.
Virus tersebut menjadi salah satu penyakit menular yang paling mematikan. Di Guinea tenggara, negara pertama yang mengkonfirmasi wabah Ebola, sebagian besar warga menghindari pertemuan besar agar tidak terkontaminasi virus Ebola.
Otoritas kesehatan di Liberia telah mencatat ada delapan kasus yang diduga terkena serangan virus Ebola. Sebagian korban merupakan warga yang melintasi perbatasan Guinea. Lima di antaranya telah meninggal.
Reuterspada Rabu (26/3/2014), melaporkan bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat ada 86 kasus yang diduga sebagai serangan virus Ebola. Di mana 59 orang telah meninggal.
”Orang-orang benar-benar takut. Mereka telah melihat orang meninggal dalam hitungan hanya dua atau tiga hari. Mereka terus-menerus khawatir siapa yang akan menjadi korban tewas berikutnya,” kata Joseph Gbaka Sandounou, petugas badan bantuan International di Guekedou.
(mas)