Australia kembali temukan dua objek terkait MH370
Senin, 24 Maret 2014 - 20:06 WIB
Australia kembali temukan dua objek terkait MH370
A
A
A
Sindonews.com – Australia kembali melaporkan telah melihat dua benda yang diduga puing pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370. Satu benda berbentuk lingkaran dan benda lainnya berbentuk persegi panjang.
Demikian dijelaskan Menteri Transportasi Hishammuddin Hussein mengatakan, setelah mendapat info terbaru dari Perdana Menteri Australia Tony Abbott tekait pencarian yang dilakukan oleh otoritas Australia.
“Angkatan Laut Australia akan kembali ke wilayah tersebut untuk memastikan kedua benda tersebut, namun yang pasti satu benda berukuran sekitar satu meter dan satu lagi drum berwarna terang,” ungkap Hussein, seperti dilansir Chanel News Asia, Senin (24/3/2014).
Sebelumnya, kru pesawat China telah melihat puing mencurigakan di Samudera Hindia ketika melakukan misi pencarian MAS MH370, puing yang mereka lihat berbentuk persegi dan berwarna putih.
Sementara itu, pencarian di koridor utara hingga saat ini belum memberikan hasil. "Di koridor utara, Turkmenistan telah mengkonfirmasi mereka belum menemuan apapun terkait MAS MH370 di radar mereka," ungkap Hussein.
Demikian dijelaskan Menteri Transportasi Hishammuddin Hussein mengatakan, setelah mendapat info terbaru dari Perdana Menteri Australia Tony Abbott tekait pencarian yang dilakukan oleh otoritas Australia.
“Angkatan Laut Australia akan kembali ke wilayah tersebut untuk memastikan kedua benda tersebut, namun yang pasti satu benda berukuran sekitar satu meter dan satu lagi drum berwarna terang,” ungkap Hussein, seperti dilansir Chanel News Asia, Senin (24/3/2014).
Sebelumnya, kru pesawat China telah melihat puing mencurigakan di Samudera Hindia ketika melakukan misi pencarian MAS MH370, puing yang mereka lihat berbentuk persegi dan berwarna putih.
Sementara itu, pencarian di koridor utara hingga saat ini belum memberikan hasil. "Di koridor utara, Turkmenistan telah mengkonfirmasi mereka belum menemuan apapun terkait MAS MH370 di radar mereka," ungkap Hussein.
(esn)