Abbas: Pintu pembicaraan damai masih terbuka
Minggu, 23 Maret 2014 - 20:19 WIB
Abbas: Pintu pembicaraan damai masih terbuka
A
A
A
Sindonews.com – Meskipun kekerasan masih sering terjadi di kawasan Tepi Barat, namun Presiden Palestina Mahmoud Abbas, menyatakan, pintu pembicaraan damai antara Israel dan Palestina yang dijembatani oleh Amerika Serikat masih sangat terbuka.
“Dia (Abbas) tidak ingin menutup pintu atau jendela untuk upaya menyelamatkan proses perdamaian antara kedua belah pihak, hingga Palestina mendapatkan hak sah mereka dengan damai,” ungkap pemerintah Palestina melalui sebuah pernyataan.
"Para pemimpin Palestina berkomitmen untuk menjaga pembicaraan dengan Israel hingga batas waktu sembilan bulan berakhir pada akhir April nanti," pernyataan tersebut menambahkan, seperti dilansir Xinhua, Minggu (23/3/2014).
"Kami tetap berpegang pada perdamaian sebagai pilihan dan ini berarti bahwa kita ingin mencapai perjanjian perdamaian yang menjamin penarikan penuh tentara Israel dari wilayah Palestina yang diduduki oleh Israel pada tahun 1967, termasuk Jerusalem timur," ungkap Nabil Abu Rdineh, seorang ajudan Abbas.
Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, Juli tahun lalu berhasil membawa Israel dan Palestina ke meja perundingan. Dia memberikan kedua belah pihak jangka waktu sembilan bulan untuk menandatangani kerangka kerja perjanjian perdamaian yang membuka jalan untuk solusi damai permanen.
“Dia (Abbas) tidak ingin menutup pintu atau jendela untuk upaya menyelamatkan proses perdamaian antara kedua belah pihak, hingga Palestina mendapatkan hak sah mereka dengan damai,” ungkap pemerintah Palestina melalui sebuah pernyataan.
"Para pemimpin Palestina berkomitmen untuk menjaga pembicaraan dengan Israel hingga batas waktu sembilan bulan berakhir pada akhir April nanti," pernyataan tersebut menambahkan, seperti dilansir Xinhua, Minggu (23/3/2014).
"Kami tetap berpegang pada perdamaian sebagai pilihan dan ini berarti bahwa kita ingin mencapai perjanjian perdamaian yang menjamin penarikan penuh tentara Israel dari wilayah Palestina yang diduduki oleh Israel pada tahun 1967, termasuk Jerusalem timur," ungkap Nabil Abu Rdineh, seorang ajudan Abbas.
Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, Juli tahun lalu berhasil membawa Israel dan Palestina ke meja perundingan. Dia memberikan kedua belah pihak jangka waktu sembilan bulan untuk menandatangani kerangka kerja perjanjian perdamaian yang membuka jalan untuk solusi damai permanen.
(esn)