Palet kayu jadi fokus pencarian SAR Internasional
Minggu, 23 Maret 2014 - 18:16 WIB
Palet kayu jadi fokus pencarian SAR Internasional
A
A
A
Sindonews.com – Pesawat dan kapal SAR bergegas untuk menemukan palet kayu dan objek lainnya di lokasi terpencil di selatan Samudera Hindia untuk menentukan apakah benda-benda itu berasal dari pesawat Malaysia Airlines(MAS) MH370 yang telah hilang selama lebih dari dua pekan lalu.
Palet itu terlihat oleh pesawat pencari Sabtu kemarin, namun belum diteliti dengan seksama. Palet kayu biasa digunakan dalam pengiriman barang, tetapi juga dapat digunakan dalam kontainer kargo di pesawat.
koordinator operasi pesawat AMSA, Mike Barton mengatakan, pesawat sipil yang ikut membantu dalam pencarian yang telah melihat palet kayu tersebut. Sebuah pesawat militer Selandia Baru P3 Orion kemudian dikirim untuk menemukan objek tersebut, tapi gagal.
"Jadi, kita sudah kembali ke daerah itu lagi hari ini untuk mencoba dan menemukan kembali objek tersebut," ungkap Barton.
"Kami pergi ke beberapa ahli penerbangan dan mereka menyatakan penggunaan palet kayu cukup umum dalam industri ini (penerbangan)," tambah Barton.
Seperti dilansir New Straits Times, Minggu (23/3/2014), delapan pesawat pencari berangkat dari sebuah pangkalan militer di dekat Perth untuk menjelajahi area sekitar 2.500 kilometer di bagian yang sangat terisolasi dari Samudera Hindia selatan.
John Young, manajer divisi tanggap darurat Otoritas Keselamatan Maritim Australia (AMSA) mengatakan, pencarian hari Minggu mengandalkan mata manusia untuk menemukan palet kayu dan objek lainnya.
Palet itu terlihat oleh pesawat pencari Sabtu kemarin, namun belum diteliti dengan seksama. Palet kayu biasa digunakan dalam pengiriman barang, tetapi juga dapat digunakan dalam kontainer kargo di pesawat.
koordinator operasi pesawat AMSA, Mike Barton mengatakan, pesawat sipil yang ikut membantu dalam pencarian yang telah melihat palet kayu tersebut. Sebuah pesawat militer Selandia Baru P3 Orion kemudian dikirim untuk menemukan objek tersebut, tapi gagal.
"Jadi, kita sudah kembali ke daerah itu lagi hari ini untuk mencoba dan menemukan kembali objek tersebut," ungkap Barton.
"Kami pergi ke beberapa ahli penerbangan dan mereka menyatakan penggunaan palet kayu cukup umum dalam industri ini (penerbangan)," tambah Barton.
Seperti dilansir New Straits Times, Minggu (23/3/2014), delapan pesawat pencari berangkat dari sebuah pangkalan militer di dekat Perth untuk menjelajahi area sekitar 2.500 kilometer di bagian yang sangat terisolasi dari Samudera Hindia selatan.
John Young, manajer divisi tanggap darurat Otoritas Keselamatan Maritim Australia (AMSA) mengatakan, pencarian hari Minggu mengandalkan mata manusia untuk menemukan palet kayu dan objek lainnya.
(esn)