Objek di Samudera Hindia berupa palet kayu
Minggu, 23 Maret 2014 - 16:22 WIB
Objek di Samudera Hindia berupa palet kayu
A
A
A
Sindonews.com – Pejabat Australia mengatakan bahwa palet kargo kayu bersama dengan sabuk atau tali telah terlihat di Samudera Hindia oleh salah satu pesawat yang dikerahkan dalam pencarian pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370.
Benda tersebut berhasil diidentifikasi oleh pesawat sipil yang ikut membantu dalam pencarian pesawat tersebut. Temuan tersebut dikonfirmasi oleh Otoritas Keselamatan Maritim Australia (AMSA) dan merupakan penampakan visual yang pertama dalam pencarian sejauh ini.
"Deskripsi dari objek yang terlihat adalah palet kayu dan sejumlah barang-barang lainnya yang mencolok di sekitarnya dan beberapa sabuk dengan beberapa warna dan panjang yang berbeda ditemukan berada di sekitar lokasi,” ungkap koordinator operasi pesawat AMSA, Mike Barton.
Para ahli penerbangan menyatakan, palet kayu merupakan sebuah hal yang lazim digunakan di sebuah pesawat untuk mengemas barang-barang di kargo. Pihak Australia menganggap hal ini adalah sebuah kemajuan, seperti dilansir Chanel News Asia, Minggu (23/3/2014).
Namun, Barton mengungkapkan tantangan utama dalam pencarian ini adalah lokasinya yang sangat jauh dan cukup terpencil.
Benda tersebut berhasil diidentifikasi oleh pesawat sipil yang ikut membantu dalam pencarian pesawat tersebut. Temuan tersebut dikonfirmasi oleh Otoritas Keselamatan Maritim Australia (AMSA) dan merupakan penampakan visual yang pertama dalam pencarian sejauh ini.
"Deskripsi dari objek yang terlihat adalah palet kayu dan sejumlah barang-barang lainnya yang mencolok di sekitarnya dan beberapa sabuk dengan beberapa warna dan panjang yang berbeda ditemukan berada di sekitar lokasi,” ungkap koordinator operasi pesawat AMSA, Mike Barton.
Para ahli penerbangan menyatakan, palet kayu merupakan sebuah hal yang lazim digunakan di sebuah pesawat untuk mengemas barang-barang di kargo. Pihak Australia menganggap hal ini adalah sebuah kemajuan, seperti dilansir Chanel News Asia, Minggu (23/3/2014).
Namun, Barton mengungkapkan tantangan utama dalam pencarian ini adalah lokasinya yang sangat jauh dan cukup terpencil.
(esn)