Pejabat Malaysia temui keluarga korban MH370 di Beijing
Jum'at, 21 Maret 2014 - 21:40 WIB
Pejabat Malaysia temui keluarga korban MH370 di Beijing
A
A
A
Sindonews.com – Sebuah tim tingkat tinggi dari Malaysia bertemu dengan anggota keluarga korban pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 di Beijing, China, untuk memberikan informasi terbaru terkait proses pencarian pesawat tersebut.
Tim ini dipimpin oleh Komandan operasi udara Royal Malaysia Air Force (RMAF), Datuk Seri Abdul Samad Ackbal, tim ini terdiri dari perwakilan Kantor Perdana Menteri, Departemen Penerbangan Sipil dan MAS.
Dalam pengarahannya Ackbal mengatakan, tindakan pencarian untuk menemukan pesawat MAS MH370 telah dilakukan sejak awal, sejak pertama kali pesawat tersebut dinyatakan hilang pada 8 Maret lalu.
“Pemerintah Malaysia selalu menempatkan nasib penumpang MAS MH370 di atas segalanya dan mereka telah mencoba yang terbaik untuk menemukan pesawat tersebut,” ungkap Acbal, seperti dilansir News Strait Times, Jumat (21/3/2014).
"Langkah ini termasuk mengumpulkan para ahli penerbangan untuk memperkirakan kecepatan pesawat dan banyak hal lain yang menjadi pertimbangan dalam melakukan pencarian pesawat tersebut," Ackbal menambahkan.
Pesawat MAS MH370 dijadwalkan terbang dari Bandara Internasional Kuala Lumpur 8 Maret dini hari dan dijadwalkan tiba di Beijing pada pagi hari. Namun, dua jam setelah lepas landas, pesawat tersebut dinyatakan hilang dan hingga kini keberadaannya masih menjadi misteri.
Tim ini dipimpin oleh Komandan operasi udara Royal Malaysia Air Force (RMAF), Datuk Seri Abdul Samad Ackbal, tim ini terdiri dari perwakilan Kantor Perdana Menteri, Departemen Penerbangan Sipil dan MAS.
Dalam pengarahannya Ackbal mengatakan, tindakan pencarian untuk menemukan pesawat MAS MH370 telah dilakukan sejak awal, sejak pertama kali pesawat tersebut dinyatakan hilang pada 8 Maret lalu.
“Pemerintah Malaysia selalu menempatkan nasib penumpang MAS MH370 di atas segalanya dan mereka telah mencoba yang terbaik untuk menemukan pesawat tersebut,” ungkap Acbal, seperti dilansir News Strait Times, Jumat (21/3/2014).
"Langkah ini termasuk mengumpulkan para ahli penerbangan untuk memperkirakan kecepatan pesawat dan banyak hal lain yang menjadi pertimbangan dalam melakukan pencarian pesawat tersebut," Ackbal menambahkan.
Pesawat MAS MH370 dijadwalkan terbang dari Bandara Internasional Kuala Lumpur 8 Maret dini hari dan dijadwalkan tiba di Beijing pada pagi hari. Namun, dua jam setelah lepas landas, pesawat tersebut dinyatakan hilang dan hingga kini keberadaannya masih menjadi misteri.
(esn)