Indonesia bantah tuduhan media Malaysia terkait MH370
Selasa, 18 Maret 2014 - 20:45 WIB
Indonesia bantah tuduhan media Malaysia terkait MH370
A
A
A
Sindonews.com – Media Malaysia menuduh Indonesia terlibat dalam insiden hilangnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370.
Cabal Timesmenyebut pesawat itu mendarat di pangkalan rahasia militer AS di Diego Gracia, di Samudera Hindia dan menganggap pemerintah Indonesia dengan sengaja menutupi data radar yang diyakini merekam pergerakan MAS MH370 yang melintasi wilayah Indonesia.
Pemerintah Indonesia langsung merespon berita miring tersebut, dalam pernyataan persnya Keduataan Indonesia di Kuala Lumpur membantah semua tuduhan yang diberitakan oleh Cabal Times.
“Spekulasi tersebut jelas tidak memiliki data yang mendukung dan jelas hanya halusinasi seseorang untuk menciptakan kebingungan publik,” ungkap pernyaatan tersebut.
“Terlebih, tulisan tersebut sangat melukai persaan keluarga korban, termasuk korban asal Indonesia, yang sedang dalam kondisi yang sulit dan bersedih,” pernyataan tersebut menambahkan.
Pemerintah Indonesia merupakan salah satu negara yang melakukan pencarian awal tidak lama setelah pesawat tersebut dinyatakan menghilang. Indonesia menerjunkan delapan kapal dan tiga pesawat, serta sejumlah besar personil Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan badan SAR nasional (BASARNAS) dalam pencarian tersebut.
“Indonesia meminta agar spekulasi yang tidak bertanggung jawab dihentikan karena tidak membantu upaya dalam menemukan pesawat MAS MH370 yang menjadi tujuan utama operasi pencarian yang melibatkan 25 negara,” tegas pernyataan tersebut.
Cabal Timesmenyebut pesawat itu mendarat di pangkalan rahasia militer AS di Diego Gracia, di Samudera Hindia dan menganggap pemerintah Indonesia dengan sengaja menutupi data radar yang diyakini merekam pergerakan MAS MH370 yang melintasi wilayah Indonesia.
Pemerintah Indonesia langsung merespon berita miring tersebut, dalam pernyataan persnya Keduataan Indonesia di Kuala Lumpur membantah semua tuduhan yang diberitakan oleh Cabal Times.
“Spekulasi tersebut jelas tidak memiliki data yang mendukung dan jelas hanya halusinasi seseorang untuk menciptakan kebingungan publik,” ungkap pernyaatan tersebut.
“Terlebih, tulisan tersebut sangat melukai persaan keluarga korban, termasuk korban asal Indonesia, yang sedang dalam kondisi yang sulit dan bersedih,” pernyataan tersebut menambahkan.
Pemerintah Indonesia merupakan salah satu negara yang melakukan pencarian awal tidak lama setelah pesawat tersebut dinyatakan menghilang. Indonesia menerjunkan delapan kapal dan tiga pesawat, serta sejumlah besar personil Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan badan SAR nasional (BASARNAS) dalam pencarian tersebut.
“Indonesia meminta agar spekulasi yang tidak bertanggung jawab dihentikan karena tidak membantu upaya dalam menemukan pesawat MAS MH370 yang menjadi tujuan utama operasi pencarian yang melibatkan 25 negara,” tegas pernyataan tersebut.
(esn)