Pasukan khusus AS kuasai kapal tanker berbendera Korut
Selasa, 18 Maret 2014 - 03:19 WIB
Pasukan khusus AS kuasai kapal tanker berbendera Korut
A
A
A
Sindonews.com – Pasukan khusus Angkatan Laut Amerika Serikat (AS), SEAL, berhasil naik dan menguasai kapal tanker Morning Glory yang berbendera Korea Utara (Korut). Kapal ini telah memuat 234 ribu barel minyak mentah di pelabuhan Al-Sidra, sebelah timur Libya yang dikuasai pemberontak.
“Tidak ada yang terluka ketika pasukan AS mengambil alih kapal tanker Morning Glory. Tindakan ini dilakukan atas permintaan dari pemerintah Libya dan Siprus. Sebelumnya, kapal ini telah dikuasai oleh kelompok bersenjata,” jelas Sekretaris Pers Pentagon, Laksamana John Kirby, Senin (17/3/2014).
Menurutnya, operasi ini disetujui oleh Presiden Barack Obama dan dilakukan pada Senin dini hari di perairan internasional, sebelah tenggara dari Siprus. “Morning Glory membawa kargo minyak milik National Oil Company, perusahaan pemerintah Libya. Kapal ini akan kembali ke pelabuhan Libya dengan pasukan AS,” lanjutnya.
Korut sendiri membantah bertanggung jawab atas aktivitas kapal tanker itu. Kapal itu dioperasikan oleh sebuah perusahaan yang berbasis di Mesir dan untuk sementara diperbolehkan menggunakan bendera Korut di bawah kontrak dengan Pyongyang.
“Pyongyang telah membatalkan dan menghapus registrasi kapal karena melanggar hukum Korut. Kontrak yang dijalin melarang mengangkut kargo selundupan. Oleh karena itu, kapal itu tidak ada hubungannya dengan Korut dan Korut tidak bertanggung jawab atas kapal itu," sebut laporan kantor berita Korut, KCNA.
“Tidak ada yang terluka ketika pasukan AS mengambil alih kapal tanker Morning Glory. Tindakan ini dilakukan atas permintaan dari pemerintah Libya dan Siprus. Sebelumnya, kapal ini telah dikuasai oleh kelompok bersenjata,” jelas Sekretaris Pers Pentagon, Laksamana John Kirby, Senin (17/3/2014).
Menurutnya, operasi ini disetujui oleh Presiden Barack Obama dan dilakukan pada Senin dini hari di perairan internasional, sebelah tenggara dari Siprus. “Morning Glory membawa kargo minyak milik National Oil Company, perusahaan pemerintah Libya. Kapal ini akan kembali ke pelabuhan Libya dengan pasukan AS,” lanjutnya.
Korut sendiri membantah bertanggung jawab atas aktivitas kapal tanker itu. Kapal itu dioperasikan oleh sebuah perusahaan yang berbasis di Mesir dan untuk sementara diperbolehkan menggunakan bendera Korut di bawah kontrak dengan Pyongyang.
“Pyongyang telah membatalkan dan menghapus registrasi kapal karena melanggar hukum Korut. Kontrak yang dijalin melarang mengangkut kargo selundupan. Oleh karena itu, kapal itu tidak ada hubungannya dengan Korut dan Korut tidak bertanggung jawab atas kapal itu," sebut laporan kantor berita Korut, KCNA.
(esn)