UE jatuhkan sanksi pada 21 pejabat Rusia & Ukraina
Selasa, 18 Maret 2014 - 03:14 WIB
UE jatuhkan sanksi pada 21 pejabat Rusia & Ukraina
A
A
A
Sindonews.com – Menteri-menteri Luar Negeri Uni Eropa sepakat untuk menjatuhkan sanksi, termasuk larangan perjalanan dan pembekuan aset pada 21 pejabat Rusia dan Ukraina. Demikian dinyatakan Menteri Luar Negeri Lithuania, Linan Linkevicius, Senin (17/3/2014).
Menurutnya, setelah pertemuan yang berlangsung sekitar tiga jam, 28 Menteri Luar Negeri Uni Eropa dengan cepat mencapai kesepakatan soal daftar orang-orang yang terkena sanksi. Para pejabat Rusia dan Ukraina ini dianggap terlibat dalam krisis di Crimea yang berujung pada referendum.
Hasil referendum itu sendiri menyatakan, Crimea setuju untuk memisahkan diri dari Ukraina dan kembali bergabung dengan Rusia. "(Dewan Luar Negeri) hanya menyetujui sanksi pembatasan perjalanan dan pembekuan aset terhadap 21 pejabat dari Ukraina dan Rusia," tulis Linkevicius dalam pesan di Twitter, seperti dikutip dari Reuters.
Linkevicius menambahkan, langkah-langkah lebih lanjut akan ditentukan dalam beberapa hari mendatang, ketika para pemimpin Uni Eropa bertemu untuk pertemuan puncak di Brussels. “Mereka diharapkan memperluas daftar untuk memasukkan individu yang lebih senior dan lebih dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin,” lanjutnya.
Menurutnya, setelah pertemuan yang berlangsung sekitar tiga jam, 28 Menteri Luar Negeri Uni Eropa dengan cepat mencapai kesepakatan soal daftar orang-orang yang terkena sanksi. Para pejabat Rusia dan Ukraina ini dianggap terlibat dalam krisis di Crimea yang berujung pada referendum.
Hasil referendum itu sendiri menyatakan, Crimea setuju untuk memisahkan diri dari Ukraina dan kembali bergabung dengan Rusia. "(Dewan Luar Negeri) hanya menyetujui sanksi pembatasan perjalanan dan pembekuan aset terhadap 21 pejabat dari Ukraina dan Rusia," tulis Linkevicius dalam pesan di Twitter, seperti dikutip dari Reuters.
Linkevicius menambahkan, langkah-langkah lebih lanjut akan ditentukan dalam beberapa hari mendatang, ketika para pemimpin Uni Eropa bertemu untuk pertemuan puncak di Brussels. “Mereka diharapkan memperluas daftar untuk memasukkan individu yang lebih senior dan lebih dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin,” lanjutnya.
(esn)