Pencarian MH370 bisa habiskan dana lebih dari USD100 juta
Senin, 17 Maret 2014 - 22:36 WIB
Pencarian MH370 bisa habiskan dana lebih dari USD100 juta
A
A
A
Sindonews.com – Dengan keputusan Pemerintah Malaysia untuk memperluas lokasi pencarian pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370, sejumlah analis memperkirakan biaya yang dikeluarkan untuk operasi pencarian ini bisa lebih dari USD100 juta.
Seperti dilaporkan Channel News Asia, Senin (17/3/2014), ini akan menjadi investigasi penerbangan yang paling mahal dalam sejarah. Ketika sebuah pesawat Air France menghilang pada 2009, diperkirakan dana USD50 juta dihabiskan untuk penyelidikan.
Saat ini, keluarga setiap penumpang yang hilang telah diberikan dana USD5.000 dalam bentuk bantuan keuangan, makanan, penginapan, konseling. Biaya ini harus dikeluarkan di tengah banyaknya rakyat Malaysia yang bergulat dengan meningkatnya biaya hidup.
Namun, pemerintah Malaysia telah menegaskan, bahwa peningkatan biaya operasional pencarian MAS MH370 bukanlah masalah. "Saat ini prioritas pemerintah adalah untuk menemukan pesawat dan tidak ada keraguan tentang biaya tambahan,” kata Deputi Menteri Keuangan Malaysia, Ahmad Maslan.
Para pengamat mengatakan, Pemerintah Malaysia bisa menghabiskan lebih banyak uang jika pesawat itu tidak segera ditemukan. Namun hingga kini, belum ditemukan bukti kuat, di mana atau apa yang terjadi pada pesawat itu.
Seperti dilaporkan Channel News Asia, Senin (17/3/2014), ini akan menjadi investigasi penerbangan yang paling mahal dalam sejarah. Ketika sebuah pesawat Air France menghilang pada 2009, diperkirakan dana USD50 juta dihabiskan untuk penyelidikan.
Saat ini, keluarga setiap penumpang yang hilang telah diberikan dana USD5.000 dalam bentuk bantuan keuangan, makanan, penginapan, konseling. Biaya ini harus dikeluarkan di tengah banyaknya rakyat Malaysia yang bergulat dengan meningkatnya biaya hidup.
Namun, pemerintah Malaysia telah menegaskan, bahwa peningkatan biaya operasional pencarian MAS MH370 bukanlah masalah. "Saat ini prioritas pemerintah adalah untuk menemukan pesawat dan tidak ada keraguan tentang biaya tambahan,” kata Deputi Menteri Keuangan Malaysia, Ahmad Maslan.
Para pengamat mengatakan, Pemerintah Malaysia bisa menghabiskan lebih banyak uang jika pesawat itu tidak segera ditemukan. Namun hingga kini, belum ditemukan bukti kuat, di mana atau apa yang terjadi pada pesawat itu.
(esn)