Pengamat penerbangan: Malaysia terlalu banyak buang waktu
Senin, 17 Maret 2014 - 20:11 WIB
Pengamat penerbangan: Malaysia terlalu banyak buang waktu
A
A
A
Sindonews.com – Ketidakjelasan informasi serta lambatnya pemerintah Malaysia dalam mengungkapkan informasi penting terkait hilangnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370, membuat upaya pencarian ini dianggap oleh beberapa pengamat penerbangan sebagai pencarian paling gagal dalam sejarah penerbangan.
Geoffrey Thomas, pengamat penerbangan asal Australia mengatakan, Malaysia tidak memberikan keterangan yang jelas terkait hilangnya pesawat tersebut. Terlebih, terkait keterangan mengenai pemancar pesawat yang dinonaktifkan secara sengaja.
"Saya kira ini adalah proses pencarian paling gagal dalam sejarah penyelidikan pesawat di dunia. Pemerintah Australia seharusnya menegaskan, bahwa Pemerintah Malaysia tidak berkompeten untuk melakukan penyelidikan," ungkap Thomas.
"Pihak Malaysia butuh waktu satu pekan untuk mengumumkan bahwa pemancar pesawat dinonaktifkan secara sengaja. Padahal, informasi tersebut dikirim secara langsung dan sangat penting dalam upaya pencarian pesawat," Thomas menambahkan, seperti dilansir ABC Australia, Senin (17/3/2014).
Menurut dia, pihak Malaysia terlalu banyak membuang waktu dalam pencarian pesawat tersebut. Thomas mempertanyakan, mengapa dibutuhkan satu pekan untuk mengungkapkan hal sesensitif itu.
"Waktu sudah terbuang di sini. Keluarga penumpang benar-benar disiksa karena pencarian dilakukan di tempat yang salah," tegas Thomas.
Geoffrey Thomas, pengamat penerbangan asal Australia mengatakan, Malaysia tidak memberikan keterangan yang jelas terkait hilangnya pesawat tersebut. Terlebih, terkait keterangan mengenai pemancar pesawat yang dinonaktifkan secara sengaja.
"Saya kira ini adalah proses pencarian paling gagal dalam sejarah penyelidikan pesawat di dunia. Pemerintah Australia seharusnya menegaskan, bahwa Pemerintah Malaysia tidak berkompeten untuk melakukan penyelidikan," ungkap Thomas.
"Pihak Malaysia butuh waktu satu pekan untuk mengumumkan bahwa pemancar pesawat dinonaktifkan secara sengaja. Padahal, informasi tersebut dikirim secara langsung dan sangat penting dalam upaya pencarian pesawat," Thomas menambahkan, seperti dilansir ABC Australia, Senin (17/3/2014).
Menurut dia, pihak Malaysia terlalu banyak membuang waktu dalam pencarian pesawat tersebut. Thomas mempertanyakan, mengapa dibutuhkan satu pekan untuk mengungkapkan hal sesensitif itu.
"Waktu sudah terbuang di sini. Keluarga penumpang benar-benar disiksa karena pencarian dilakukan di tempat yang salah," tegas Thomas.
(esn)