Hilang bersama MH370, insinyur pesawat ikut diselidiki

Senin, 17 Maret 2014 - 15:06 WIB
Hilang bersama MH370,...
Hilang bersama MH370, insinyur pesawat ikut diselidiki
A A A
Sindonews.com – Kepolisian Malaysia juga menyelidiki seorang insinyur pesawat yang menjadi salah satu penumpang pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370. Insinyur bernama Mohamad Khairul Amri Selamat, 29, warga Malaysia, menulis di situs sosial media bahwa dia bekerja di perusahaan pesawat swasta.

”Ya, kita menyelidiki lebih dalam Khairul, penumpang lain dan kru. Fokusnya adalah pada orang lain yang mungkin memiliki keterampilan terkait penerbangan di pesawat itu,” kata seorang pejabat polisi senior yang ikut dalam tim investigasi, kepada Reuters, Senin (17/3/2014).

Penyelidikan terhadap insinyur itu, juga sebagai respon atas keterangan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, bahwa pesawat sengaja diterbangkan dan dialihkan dari rute sebenarnya.

Seorang insinyur pesawat bertanggung jawab untuk mengawasi sistem di pesawat selama penerbangan berlangsung. Namun, khusus untuk Khairul belum ada jaminan dia mempunyai pengetahuan yang dibutuhkan untuk mengalihkan penerbangan pesawat.

Khairul pernah mengatakan, bahwa ia bekerja untuk sebuah perusahaan pesawat charter yang berbasis di Swiss, yakni Execujet Aviation Group. Namun, perusahaan itu menolak untuk mengatakan apakah Khairul mash bekerja di tempat atau atau tidak.

Pengakuan Khairul sebagai insnyur pesawat muncul dalam akun Facebooknya. Di mana pengakuan itu tertulis pada tahun 2011. Dia menulis sebagai karyawan operasional Malaysia Execujet.

”Kita tidak bisa mengungkapkan apa-apa. Kami ingin melindungi privasi keluarganya,” kata seorang pejabat di kantor perusahaan Malaysia.

Ayah Khairul, Selamat Omar, mengatakan, anaknya sudah 10 tahun berpengalaman sebagai insinyur pesawat. Namun, dia menolak dugaan, bahwa anaknya terlibat dalam konspirasi kotor terkait hilangnya pesawat MH370.

”Khairul melakukan pekerjaannya dengan baik, dan dia adalah anak yang baik. Dia akan datang mengunjungi kami setidaknya sekali dalam sebulan,” ujar Selamat.
(mas)
Berita Terkait
Berlakukan Lockdown,...
Berlakukan Lockdown, Begini Kondisi Terkini Malaysia
Perayaan HUT Malaysia...
Perayaan HUT Malaysia ke-65
Penampakan Banjir Parah...
Penampakan Banjir Parah yang Merendam Apartemen dan Rumah di Selangor Malaysia
Anwar Ibrahim, Dilantik...
Anwar Ibrahim, Dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia
Polri Cek Akun Penghina...
Polri Cek Akun Penghina Raja Malaysia
Malaysia Umumkan Pembubaran...
Malaysia Umumkan Pembubaran Parlemen, Gelar Pemilu Lebih Cepat
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
17 menit yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
59 menit yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
2 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
3 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
3 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
4 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved