Akibat perang Suriah, 9 juta orang mengungsi
Minggu, 16 Maret 2014 - 02:11 WIB
Akibat perang Suriah, 9 juta orang mengungsi
A
A
A
Sindonews.com – Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi, Antonio Guterres, mengatakan, bahwa krisis di Suriah telah menyebabkan perpindahan lebih dari 9 juta orang.
“Tiga tahun krisis Suriah berlangsung dan itu berarti lebih banyak orang yang mengungsi. Saat ini ada sekitar 2,6 juta warga Suriah yang mengungsi ke negara tetangga dan lebih dari 6,5 juta warga Suriah yang mengungsi di dalam wilayah Suriah," jelas Guterres, seperti dikutip dari Daily Star.
Hal ini diungkapkan Guterres setelah melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Libanon, Gebran Bassil. Dalam kesempata ini Guterres juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kemurahan hati dari rakyat dan pemerintah Libanon yang mau menampung pengungsi Suriah.
“Libanon adalah negara yang menampung pengungsi Suriah terbanyak. Kami memahami dampak yang besar, bahwa situasi ini berdampak pada ekonomi Libanon dan masyarakat. Krisis ini juga berdampak pada situasi keamanan Libanon," lanjutnya.
Guterres menyerukan kepada masyarakat internasional untuk menunjukkan lebih banyak solidaritas pada Libanon dan memberikan dukungan keuangan dan berbagi beban. “Sebab, Libanon tidak dapat dibiarkan sendiri untuk menghadapi tantangan besar dalam kondisi yang sulit," tambahnya.
“Tiga tahun krisis Suriah berlangsung dan itu berarti lebih banyak orang yang mengungsi. Saat ini ada sekitar 2,6 juta warga Suriah yang mengungsi ke negara tetangga dan lebih dari 6,5 juta warga Suriah yang mengungsi di dalam wilayah Suriah," jelas Guterres, seperti dikutip dari Daily Star.
Hal ini diungkapkan Guterres setelah melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Libanon, Gebran Bassil. Dalam kesempata ini Guterres juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kemurahan hati dari rakyat dan pemerintah Libanon yang mau menampung pengungsi Suriah.
“Libanon adalah negara yang menampung pengungsi Suriah terbanyak. Kami memahami dampak yang besar, bahwa situasi ini berdampak pada ekonomi Libanon dan masyarakat. Krisis ini juga berdampak pada situasi keamanan Libanon," lanjutnya.
Guterres menyerukan kepada masyarakat internasional untuk menunjukkan lebih banyak solidaritas pada Libanon dan memberikan dukungan keuangan dan berbagi beban. “Sebab, Libanon tidak dapat dibiarkan sendiri untuk menghadapi tantangan besar dalam kondisi yang sulit," tambahnya.
(esn)