Pesawat pengintai AS akan gabung misi SAR MH370
Jum'at, 14 Maret 2014 - 09:35 WIB
Pesawat pengintai AS akan gabung misi SAR MH370
A
A
A
Sindonews.com – Armada ke-7 Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) akan mengirimkan pesawat pengintai maritim P-8A Poseidon ke area operasi untuk membantu misi pencarian dan penyelamatan pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 yang hilang sejak Sabtu (8/3/2014) lalu.
Kedutaan Besar AS di Kuala Lumpur mengatakan dalam sebuah pernyataan, Jumat (14/2/2014), pesawat P-8A memiliki kecepatan maksimum 490 knot, mampu terbang hingga ketinggian 41 ribu kaki, dan memiliki jangkauan lebih dari 1.200 mil.
"Untuk misi seperti pencarian MH370, P-8A biasanya akan terbang pada ketinggian 5.000 hingga 10.000 kaki di kecepatan 350 knot, dengan waktu pencarian sekitar 8-9 jam, tergantung pada jarak ke area pencarian," lanjut pernyataan itu, seperti dikutip dari New Straits Times.
Pernyataan itu menambahkan, pesawat P-8A adalah pesawat pengintai yang paling canggih di dunia. Pesawat ini juga anti-kapal selam dan anti radar permukaan. "Ini adalah sebuah pesawat multi-misi yang juga memiliki kemampuan intelijen maritim, pengawasan dan pengintaian,” tambah pernyataan itu.
Setelah hampir satu pekan, keberadaan pesawat MH370 memang masih belum bisa diketahui. Meski sekitar 40 pesawat dan 40 kapal dari 10 negara telah disebar di Laut China Selatan dan Selat Malaka, namun bukti kuat soal keberadaan pesawat itu masih belum didapat.
Kedutaan Besar AS di Kuala Lumpur mengatakan dalam sebuah pernyataan, Jumat (14/2/2014), pesawat P-8A memiliki kecepatan maksimum 490 knot, mampu terbang hingga ketinggian 41 ribu kaki, dan memiliki jangkauan lebih dari 1.200 mil.
"Untuk misi seperti pencarian MH370, P-8A biasanya akan terbang pada ketinggian 5.000 hingga 10.000 kaki di kecepatan 350 knot, dengan waktu pencarian sekitar 8-9 jam, tergantung pada jarak ke area pencarian," lanjut pernyataan itu, seperti dikutip dari New Straits Times.
Pernyataan itu menambahkan, pesawat P-8A adalah pesawat pengintai yang paling canggih di dunia. Pesawat ini juga anti-kapal selam dan anti radar permukaan. "Ini adalah sebuah pesawat multi-misi yang juga memiliki kemampuan intelijen maritim, pengawasan dan pengintaian,” tambah pernyataan itu.
Setelah hampir satu pekan, keberadaan pesawat MH370 memang masih belum bisa diketahui. Meski sekitar 40 pesawat dan 40 kapal dari 10 negara telah disebar di Laut China Selatan dan Selat Malaka, namun bukti kuat soal keberadaan pesawat itu masih belum didapat.
(esn)