Jerman peringatkan Rusia soal kerusakan jangka panjang
Kamis, 13 Maret 2014 - 22:46 WIB
Jerman peringatkan Rusia soal kerusakan jangka panjang
A
A
A
Sindonews.com – Kanselir Jerman, Angela Merkel, memperingatkan Rusia soal kemungkinan munculnya kerusakan jangka panjang pada sektor ekonomi dan politik, jika Rusia terus melanggar hukum internasional dengan menduduki wilayah Crimea.
"Jika Rusia terus melakukan tindakan seperti pekan-pekan terakhir, itu tidak hanya akan menjadi bencana untuk Ukraina," kata Merkel pada pidato di hadapan Parlemen Jerman, Kamis (13/3/2014).
"Ini tidak hanya akan mengubah hubungan Rusia dengan Uni Eropa secara keseluruhan. Saya sangat yakin, ini secara besar-besaran akan merusak Rusia secara ekonomi dan politik," tandas Merkel, seperti dikutip dari Reuters.
Menurut Merkel, tahun ini bertepatan dengan peringatan dua abad dimulainya Perang Dunia I dan 25 tahun sejak runtuhnya Tembok Berlin. “Rusia harus belajar dari kesalahan masa lalu. Anda tidak bisa memutar kembali waktu," katanya.
“Konflik kepentingan di tengah-tengah Eropa di abad ke-21, hanya dapat diselesaikan dengan tuntas jika kita tidak menggunakan sarana abad ke-19 dan ke-20," lanjut Merkel.
Sejauh ini, Merkel dilihat sebagai tokoh paling berpengaruh di Uni Eropa untuk mengatasi krisis Crimea. Namun, Merkel dituding enggan memberi tekanan yang nyata pada Rusia karena hubungan perdagangan yang erat antara Jerman dan Rusia.
"Jika Rusia terus melakukan tindakan seperti pekan-pekan terakhir, itu tidak hanya akan menjadi bencana untuk Ukraina," kata Merkel pada pidato di hadapan Parlemen Jerman, Kamis (13/3/2014).
"Ini tidak hanya akan mengubah hubungan Rusia dengan Uni Eropa secara keseluruhan. Saya sangat yakin, ini secara besar-besaran akan merusak Rusia secara ekonomi dan politik," tandas Merkel, seperti dikutip dari Reuters.
Menurut Merkel, tahun ini bertepatan dengan peringatan dua abad dimulainya Perang Dunia I dan 25 tahun sejak runtuhnya Tembok Berlin. “Rusia harus belajar dari kesalahan masa lalu. Anda tidak bisa memutar kembali waktu," katanya.
“Konflik kepentingan di tengah-tengah Eropa di abad ke-21, hanya dapat diselesaikan dengan tuntas jika kita tidak menggunakan sarana abad ke-19 dan ke-20," lanjut Merkel.
Sejauh ini, Merkel dilihat sebagai tokoh paling berpengaruh di Uni Eropa untuk mengatasi krisis Crimea. Namun, Merkel dituding enggan memberi tekanan yang nyata pada Rusia karena hubungan perdagangan yang erat antara Jerman dan Rusia.
(esn)