Dubes Rusia: Kami selalu berusaha cari solusi damai
Kamis, 13 Maret 2014 - 20:57 WIB
Dubes Rusia: Kami selalu berusaha cari solusi damai
A
A
A
Sindonews.com – Kunjungan tak terduga Duta Besar (Dubes) Rusia untuk Indonesia, Mikail Y. Galuzin, pada acara diskusi panel yang membahas krisis Ukraina di Pusat Kebudayaan Amerika Serikat, di Pacific Place, Jakarta, digunakan oleh Galuzin untuk menkonfirmasi semua berita yang beredar tentang negaranya.
"Saya sedikit menyesalkan banyaknya suara dan kritikan mengenai negara saya (Rusia), tanpa memberikan saya kesempatan untuk berbicara," ungkap Dubes Mikhail Galuzin.
"Saya akan menjelaskan posisi kami mengenai krisis di Ukraina. Satu hal yang penting, saya ingin tegaskan, kami selalu mencari solusi damai dan demokratis. Itu sebabnya, Presiden dan Menteri Luar Negeri kami terus melakukan hubungan dengan kekuatan dunia lain," Galuzin menambahkan.
Galuzin sendiri memang tidak berbicara banyak dalam acara tersebut, selain karena keterbatasan waktu, Galuzin memang bukanlah pembicara dalam acara tersebut. Kedatangannya pun tak diduga sebelumnya. Gazulin mengaku mengetahui acara tersebut dari internet.
"Jika saya diperbolehkan menilai apa yang terjadi di Ukraina saat ini, pertama adalah perubahan pemerintahan atau kekuasaan dan presiden di negara apapun, termasuk Ukraina dan Rusia harus didasarkan konstitusi yang berlaku," Galuzin menlanjutkan.
"Namun, saya tetap meragukan perubahan itu. Saya dengan tegas meragukan Kiev melakukan perubahan itu berdasarkan konstitusi pada Februari lalu," tegas Galuzin, dalam acara yang bertema Diskusi Panel: krisis Ukraina dalam kontes global, Kamis (13/3/2014).
"Saya sedikit menyesalkan banyaknya suara dan kritikan mengenai negara saya (Rusia), tanpa memberikan saya kesempatan untuk berbicara," ungkap Dubes Mikhail Galuzin.
"Saya akan menjelaskan posisi kami mengenai krisis di Ukraina. Satu hal yang penting, saya ingin tegaskan, kami selalu mencari solusi damai dan demokratis. Itu sebabnya, Presiden dan Menteri Luar Negeri kami terus melakukan hubungan dengan kekuatan dunia lain," Galuzin menambahkan.
Galuzin sendiri memang tidak berbicara banyak dalam acara tersebut, selain karena keterbatasan waktu, Galuzin memang bukanlah pembicara dalam acara tersebut. Kedatangannya pun tak diduga sebelumnya. Gazulin mengaku mengetahui acara tersebut dari internet.
"Jika saya diperbolehkan menilai apa yang terjadi di Ukraina saat ini, pertama adalah perubahan pemerintahan atau kekuasaan dan presiden di negara apapun, termasuk Ukraina dan Rusia harus didasarkan konstitusi yang berlaku," Galuzin menlanjutkan.
"Namun, saya tetap meragukan perubahan itu. Saya dengan tegas meragukan Kiev melakukan perubahan itu berdasarkan konstitusi pada Februari lalu," tegas Galuzin, dalam acara yang bertema Diskusi Panel: krisis Ukraina dalam kontes global, Kamis (13/3/2014).
(esn)