Ukraina: Referendum di Criema tidak sah
Kamis, 13 Maret 2014 - 20:23 WIB
Ukraina: Referendum di Criema tidak sah
A
A
A
Sindonews.com – Pihak Ukraina kembali menegaskan, bahwa referendum yang akan diadakan di Crimea pada 16 Maret mendatang adalah tidak sah. Referendum ini digelar untuk melihat apakah wilayah tersebut ingin segera menjadi bagian dari Federasi Rusia atau tetap bersama Ukraina.
“Referendum yang akan dilaksanakan di Crimea melanggar konstitusi Ukraina, referendum tersebut tidak sah dan ilegal,” ungkap Sekretaris tiga Kedubes Ukraina Tetiana Motsyk, saat menghadiri acara diskusi panel yang membahas krisis Ukraian di Pusat Kebudayaan Amerika di Pacific Place, Jakarta, Kamis (13/3/2014).
“Crimea merupakan bagian dari Ukraina, Rusia harusnya tidak ikut campur dalam urusan ini,” Motsyk menambahkan.
Hal senada pernah diutarakan oleh Kanselir Jeman, Angela Merkel. Ia menganggap referendum yang akan diadakan di Crimea untuk adalah langkah ilegal. Menurut dia, referendum tersebut melanggar konstitusi Ukraina dan hukum Internasional.
Pernyataan lebih keras dilemparkan oleh Presiden sementara Ukraina, Oleksandr Turchynov, yang menyatakan Pasukan Rusia tidak berniat untuk membuat sebuah referendum. "Mereka hanya akan memalsukan hasil ferendum tersebut," katanya.
“Referendum yang akan dilaksanakan di Crimea melanggar konstitusi Ukraina, referendum tersebut tidak sah dan ilegal,” ungkap Sekretaris tiga Kedubes Ukraina Tetiana Motsyk, saat menghadiri acara diskusi panel yang membahas krisis Ukraian di Pusat Kebudayaan Amerika di Pacific Place, Jakarta, Kamis (13/3/2014).
“Crimea merupakan bagian dari Ukraina, Rusia harusnya tidak ikut campur dalam urusan ini,” Motsyk menambahkan.
Hal senada pernah diutarakan oleh Kanselir Jeman, Angela Merkel. Ia menganggap referendum yang akan diadakan di Crimea untuk adalah langkah ilegal. Menurut dia, referendum tersebut melanggar konstitusi Ukraina dan hukum Internasional.
Pernyataan lebih keras dilemparkan oleh Presiden sementara Ukraina, Oleksandr Turchynov, yang menyatakan Pasukan Rusia tidak berniat untuk membuat sebuah referendum. "Mereka hanya akan memalsukan hasil ferendum tersebut," katanya.
(esn)