Pria bertopeng tembaki bus militer Mesir
Kamis, 13 Maret 2014 - 19:07 WIB
Pria bertopeng tembaki bus militer Mesir
A
A
A
Sindonews.com – Pria bersenjata yang mengenakan topeng menembaki sebuah bus militer di pusat kota Kairo, Mesir, Kamis (13/3/2014). Aksi ini menewaskan seorang perwira dan melukai tiga tentara Mesir. Militer Mesir langsung menyalahkan Ikhwanul Muslimin atas penyerangan ini.
"Orang-orang bersenjata bertopeng anggota Ikhwanul menargetkan bus Angkatan Bersenjata yang menyebabkan tewasnya seorang perwira, Mahmoud Mohamed Hassan," kata juru bicara militer Mesir, dalam sebuah pernyataan yang diposting di Facebook.
Seperti dilaporkan Reuters, militan Islam telah memperluas aksi mereka di Mesir setelah Kepala Militer Mesir, Abdel Fattah al-Sisi diprediksi akan maju dalam pemilihan presiden di negara itu. Al-Sisi adalah tokoh utama di balik penggulingan Mohammed Morsi dari kursi kepresidenan Mesir pada Juli tahun lalu.
Morsi adalah presiden pertama Mesir yang terpilih secara demokrasi. Morsi yang berasal dari kalangan Ikhwanul Muslimin, digulingkan dalam sebuah kudeta militer yang dipimpin oleh Al-Sisi. Kini, Morsi dan sejumlah pemimpin Ikhwanul Muslimin harus menghadapi persidangan atas sejumlah kasus yang dituduhkan oleh pemerintah semantara Mesir.
"Orang-orang bersenjata bertopeng anggota Ikhwanul menargetkan bus Angkatan Bersenjata yang menyebabkan tewasnya seorang perwira, Mahmoud Mohamed Hassan," kata juru bicara militer Mesir, dalam sebuah pernyataan yang diposting di Facebook.
Seperti dilaporkan Reuters, militan Islam telah memperluas aksi mereka di Mesir setelah Kepala Militer Mesir, Abdel Fattah al-Sisi diprediksi akan maju dalam pemilihan presiden di negara itu. Al-Sisi adalah tokoh utama di balik penggulingan Mohammed Morsi dari kursi kepresidenan Mesir pada Juli tahun lalu.
Morsi adalah presiden pertama Mesir yang terpilih secara demokrasi. Morsi yang berasal dari kalangan Ikhwanul Muslimin, digulingkan dalam sebuah kudeta militer yang dipimpin oleh Al-Sisi. Kini, Morsi dan sejumlah pemimpin Ikhwanul Muslimin harus menghadapi persidangan atas sejumlah kasus yang dituduhkan oleh pemerintah semantara Mesir.
(esn)