Bangunan di New York runtuh, 2 tewas
Rabu, 12 Maret 2014 - 23:56 WIB
Bangunan di New York runtuh, 2 tewas
A
A
A
Sindonews.com – Sebuah bangunan apartemen di kawasan Harlem, New York, Amerik Serikat (AS) runtuh pada Rabu (12/3/2014). Ambruknya bangunan ini memicu kebakaran serius dan membuat daerah sekitar lokasi bencana diselimuti asap tebal.
Seperti dilaporkan New York Times, akibat insiden ini, dua orang tewas dan 17 lainnya terluka. Runtuhnya bangunan ini juga membuat semua layanan kereta api terminal Grand Central ditangguhkan untuk sementara waktu.
Tayangan televisi menunjukkan puing-puing berserakan di seberang jalan dan asap mengalir keluar dari gedung yang runtuh. “Ada ledakan dan bangunan runtuh," kata juru bicara Kepolisian New York, tanpa memberi rincian lebih lanjut.
Sesaat setelah kejadian, puluhan petugas pemadam kebakaran langsung dikirim ke tempat kejadian. "Telepon panggilan bantuan datang pada pukul 9.30. Ini adalah sebuah bangunan berpenghuni. Dinas Pemadam Kebakaran New york berupaya keras memadamkan api," tambah juru bicara itu.
Dinas Pemadam Kebakaran New york mengaku mengirim 168 petugas pemadam kebakaran dan 39 unit yang berbeda untuk mengatasi ledakan yang membuat bangunan itu runtuh dan terbakar.
Seorang saksi mengatakan kepada stasiun televisi CBS, bahwa banyak orang tinggal di gedung berlantai enam itu. Saksi lain yang tinggal di seberang jalan mengatakan kepada CBS, kalau semula ia berpikir telah terjadi gempa bumi.
Seperti dilaporkan New York Times, akibat insiden ini, dua orang tewas dan 17 lainnya terluka. Runtuhnya bangunan ini juga membuat semua layanan kereta api terminal Grand Central ditangguhkan untuk sementara waktu.
Tayangan televisi menunjukkan puing-puing berserakan di seberang jalan dan asap mengalir keluar dari gedung yang runtuh. “Ada ledakan dan bangunan runtuh," kata juru bicara Kepolisian New York, tanpa memberi rincian lebih lanjut.
Sesaat setelah kejadian, puluhan petugas pemadam kebakaran langsung dikirim ke tempat kejadian. "Telepon panggilan bantuan datang pada pukul 9.30. Ini adalah sebuah bangunan berpenghuni. Dinas Pemadam Kebakaran New york berupaya keras memadamkan api," tambah juru bicara itu.
Dinas Pemadam Kebakaran New york mengaku mengirim 168 petugas pemadam kebakaran dan 39 unit yang berbeda untuk mengatasi ledakan yang membuat bangunan itu runtuh dan terbakar.
Seorang saksi mengatakan kepada stasiun televisi CBS, bahwa banyak orang tinggal di gedung berlantai enam itu. Saksi lain yang tinggal di seberang jalan mengatakan kepada CBS, kalau semula ia berpikir telah terjadi gempa bumi.
(esn)