MH370 lenyap misterius, Interpol: Bukan ulah teroris
Rabu, 12 Maret 2014 - 11:48 WIB
MH370 lenyap misterius, Interpol: Bukan ulah teroris
A
A
A
Sindonews.com -Badan Kepolisian Internasional (Interpol) tidak percaya hilangnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 akibat serangan teroris.
Sekjen Interpol, Ronald Noble, curiga dua penumpang misterius pengguna paspor curian adalah orang yang diselundupkan oleh sindikat perdagangan manusia.
Pesawat pembawa 239 orang itu hilang usai lepas landas dari Bandara Internasional Kuala Lumpur Sabtu pekan lalu. Pencarian sudah diperluas hingga ke Laut China Selatan dan Teluk Thailand, namun pencarian yang sudah berlangung lima hari ini belum membuahkan hasil.
”Semakin banyak informasi yang kita dapatkan, semakin kita cenderung untuk menyimpulkan itu bukan ulah teroris,” kata Noble.
Dua pemegang paspor curian diketahui warga Iran berusia 18 dan 29 tahun. Mereka memulai perjalanan di Doha, dan telah mengganti paspor mereka di Kuala Lumpur dengan menggunakan paspor curian milik warga Italia dan Austria untuk naik pesawat MH370.
“Kita tahu bahwa setelah orang-orang ini tiba di Kuala Lumpur pada tanggal 28 Februari 2014, mereka naik pesawat 370 dengan menggunakan identitas yang berbeda, yakni dengan paspor curian milik warga Austria dan Italia,” ujar Noble, seperti dikutip Reuters, Rabu (12/3/2014).
Interpol juga bekerja sama dengan negara-negara anggota untuk memecahkan teka-teki hilangnya pesawat MAS MH370 dari semua petunjuk.”Termasuk terorisme, kejahatan terorganisir, gerakan ilegal atau penyelundupan manusia,” imbuh Noble.
Sekjen Interpol, Ronald Noble, curiga dua penumpang misterius pengguna paspor curian adalah orang yang diselundupkan oleh sindikat perdagangan manusia.
Pesawat pembawa 239 orang itu hilang usai lepas landas dari Bandara Internasional Kuala Lumpur Sabtu pekan lalu. Pencarian sudah diperluas hingga ke Laut China Selatan dan Teluk Thailand, namun pencarian yang sudah berlangung lima hari ini belum membuahkan hasil.
”Semakin banyak informasi yang kita dapatkan, semakin kita cenderung untuk menyimpulkan itu bukan ulah teroris,” kata Noble.
Dua pemegang paspor curian diketahui warga Iran berusia 18 dan 29 tahun. Mereka memulai perjalanan di Doha, dan telah mengganti paspor mereka di Kuala Lumpur dengan menggunakan paspor curian milik warga Italia dan Austria untuk naik pesawat MH370.
“Kita tahu bahwa setelah orang-orang ini tiba di Kuala Lumpur pada tanggal 28 Februari 2014, mereka naik pesawat 370 dengan menggunakan identitas yang berbeda, yakni dengan paspor curian milik warga Austria dan Italia,” ujar Noble, seperti dikutip Reuters, Rabu (12/3/2014).
Interpol juga bekerja sama dengan negara-negara anggota untuk memecahkan teka-teki hilangnya pesawat MAS MH370 dari semua petunjuk.”Termasuk terorisme, kejahatan terorganisir, gerakan ilegal atau penyelundupan manusia,” imbuh Noble.
(mas)