MH370 lenyap, PM Malaysia: Manusia harus terima nasib
Rabu, 12 Maret 2014 - 11:22 WIB
MH370 lenyap, PM Malaysia: Manusia harus terima nasib
A
A
A
Sindonews.com - Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Najib Razak, mengatakan semua pihak sedang berupaya habis-habisan untuk mencari pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 yang hilang sejak Sabtu lalu. Menurutnya, semua diputuskan oleh Tuhan, dan manusia harus menerima nasib.
“Kita harus bergabung dengan upaya pemerintah, bersatu dan berdoa. Kita harus memberikan dukungan, dan Insya Allah apa yang kita doakan adalah kita dapat menemukan pesawat itu segera,” katanya, dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Alhijrah hari ini (12/3/2014).
Najib mengatakan, bahwa untuk umat Islam diajarkan untuk menerima kenyataan, bahwa segala sesuatu diputuskan oleh Tuhan. Mereka, lanjut Najib, harus menerima nasib.
”Kita harus menghadapi tantangan besar dari Tuhan ini dengan tenang, kita harus berupaya yang terbaik dengan semua sumber daya dan kekuatan yang kita miliki. Ini adalah apa yang pemerintah lakukan,” lanjut dia.
Najib mengatakan meskipun ada teknologi canggih, setiap manusia harus menerima bahwa mereka adalah manusia biasa yang hanya (makhluk) lemah dan kecil.
“Boeing 777 adalah benar-benar salah satu pesawat paling canggih dengan track record yang sangat baik. Kami memiliki semua pengalaman dalam menangani pesawat ini, tapi akhirnya kami harus menerima bahwa kita adalah manusia biasa yang lemah dan kecil, kepada Tuhan kita serahkan,” ujarnya.
“Kita harus bergabung dengan upaya pemerintah, bersatu dan berdoa. Kita harus memberikan dukungan, dan Insya Allah apa yang kita doakan adalah kita dapat menemukan pesawat itu segera,” katanya, dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Alhijrah hari ini (12/3/2014).
Najib mengatakan, bahwa untuk umat Islam diajarkan untuk menerima kenyataan, bahwa segala sesuatu diputuskan oleh Tuhan. Mereka, lanjut Najib, harus menerima nasib.
”Kita harus menghadapi tantangan besar dari Tuhan ini dengan tenang, kita harus berupaya yang terbaik dengan semua sumber daya dan kekuatan yang kita miliki. Ini adalah apa yang pemerintah lakukan,” lanjut dia.
Najib mengatakan meskipun ada teknologi canggih, setiap manusia harus menerima bahwa mereka adalah manusia biasa yang hanya (makhluk) lemah dan kecil.
“Boeing 777 adalah benar-benar salah satu pesawat paling canggih dengan track record yang sangat baik. Kami memiliki semua pengalaman dalam menangani pesawat ini, tapi akhirnya kami harus menerima bahwa kita adalah manusia biasa yang lemah dan kecil, kepada Tuhan kita serahkan,” ujarnya.
(mas)