Soal Balotelli, Malaysia mengaku tak berniat menyakiti siapapun
Selasa, 11 Maret 2014 - 22:41 WIB
Soal Balotelli, Malaysia mengaku tak berniat menyakiti siapapun
A
A
A
Sindonews.com – Pihak Malaysia mengkonfirmasi, bahwa mereka tidak memiliki maksud apapun ketika menggunakan sosok pesepakbola asal Italia, Mario Balotelli dalam menggambarkan sosok kedua orang pengguna paspor palsu yang naik ke pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370.
"Tidak ada maksud untuk menyakiti atau menyindir pihak yang bersangkutan. Kami harap ini bisa menjelaskan masalah tersebut," ungkap Departemen Perhubungan Malaysia melalui sebuah pernyataan, seperti dilansir Chanel News Asia, Selasa (11/3/2014).
Hal ini menjadi kontroversial, ketika Kepala Penerbangan Sipil Malaysia, Azharuddin Abdul Rahman, menggunakan Balotelli sebagai referensi untuk menggambarkan kedua orang tersebut.
"Apakah Anda tahu pemain sepakbola dengan nama (Mario) Balotelli? Dia adalah warga Italia. Apakah Anda tahu bagaimana tampangnya?" ungkap Rahman dalam konfrensi pers satu hari lalu.
Pernyataan ini mengundang banyak kritikan, karena dianggap mengandung unsur rasisme. Pernyataan itu dinilai memfokuskan pada warna kulit. Sementara maksud Rahman sebenarnya adalah menjelaskan, bahwa warna kulit tidak bisa menjadi acuan dari negara mana dia berasal.
"Tidak ada maksud untuk menyakiti atau menyindir pihak yang bersangkutan. Kami harap ini bisa menjelaskan masalah tersebut," ungkap Departemen Perhubungan Malaysia melalui sebuah pernyataan, seperti dilansir Chanel News Asia, Selasa (11/3/2014).
Hal ini menjadi kontroversial, ketika Kepala Penerbangan Sipil Malaysia, Azharuddin Abdul Rahman, menggunakan Balotelli sebagai referensi untuk menggambarkan kedua orang tersebut.
"Apakah Anda tahu pemain sepakbola dengan nama (Mario) Balotelli? Dia adalah warga Italia. Apakah Anda tahu bagaimana tampangnya?" ungkap Rahman dalam konfrensi pers satu hari lalu.
Pernyataan ini mengundang banyak kritikan, karena dianggap mengandung unsur rasisme. Pernyataan itu dinilai memfokuskan pada warna kulit. Sementara maksud Rahman sebenarnya adalah menjelaskan, bahwa warna kulit tidak bisa menjadi acuan dari negara mana dia berasal.
(esn)