Dua warganya gunakan paspor palsu, Iran ingin bantu penyelidikan MH370
Selasa, 11 Maret 2014 - 19:41 WIB
Dua warganya gunakan paspor palsu, Iran ingin bantu penyelidikan MH370
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Iran menawarkan bantuan dalam penyelidikan hilangnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370. Bantuan ini ditawarkan setelah terungkap fakta bahwa dua warga negara merekalah yang menggunakan paspor palsu dalam penerbangan tersebut.
“Iran menindak lanjuti laporan mengenai kemungkinan adanya dua warga negara Iran dalam pesawat tersebut," ungkap Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Marzieh Afkham.
"Kami menawarkan kerjasama untuk memberikan informasi lebih lanjut. Teheran akan memberikan informasi tentang kedua warga negara Iran dalam penerbangan tersebut dan status mereka secepat mungkin,” Afkham menambahkan, seperti dilansir Chanel News Asia, Selasa (11/3/2014).
Pihak Malaysia mengatakan, bahwa salah satu dari kedua penumpang yang menggunakan paspor palsu adalah seorang pemuda berkebangsaan Iran Mohammad Nour Pouria Mehdrad. Tidak lama berselang, pihak Interpol berhasil mengidentifikasi orang kedua, yang ternyata juga warga Iran bernama Delavar Syed Mohammad Reza.
Dugaan adanya aksi terorisme dalam insiden hilangnya pesawat nahas tersebut mulai terbantahkan. "Kami percaya, dia tidak mungkin menjadi anggota dari kelompok teror dan kami percaya ia mencoba untuk bermigrasi ke Jerman," ungkap Kepala Polisi Malaysia, Khalid Abu Bakar.
“Iran menindak lanjuti laporan mengenai kemungkinan adanya dua warga negara Iran dalam pesawat tersebut," ungkap Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Marzieh Afkham.
"Kami menawarkan kerjasama untuk memberikan informasi lebih lanjut. Teheran akan memberikan informasi tentang kedua warga negara Iran dalam penerbangan tersebut dan status mereka secepat mungkin,” Afkham menambahkan, seperti dilansir Chanel News Asia, Selasa (11/3/2014).
Pihak Malaysia mengatakan, bahwa salah satu dari kedua penumpang yang menggunakan paspor palsu adalah seorang pemuda berkebangsaan Iran Mohammad Nour Pouria Mehdrad. Tidak lama berselang, pihak Interpol berhasil mengidentifikasi orang kedua, yang ternyata juga warga Iran bernama Delavar Syed Mohammad Reza.
Dugaan adanya aksi terorisme dalam insiden hilangnya pesawat nahas tersebut mulai terbantahkan. "Kami percaya, dia tidak mungkin menjadi anggota dari kelompok teror dan kami percaya ia mencoba untuk bermigrasi ke Jerman," ungkap Kepala Polisi Malaysia, Khalid Abu Bakar.
(esn)