Dugaan MH370 dibajak teroris dimentahkan
Selasa, 11 Maret 2014 - 09:02 WIB
Dugaan MH370 dibajak teroris dimentahkan
A
A
A
Sindonews.com - Para peneliti dari Amerika Serikat dan Eropa mulai meragukan, bahwa pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 pembawa 239 orang yang lenyap misterius dibajak teroris. Para peneliti yang terjun langsung ke Malaysia masih kebingungan, sebab pesawat itu lenyap misterius tanpa ada jejak.
Satu-satunya bukti yang terpantau petugas lalu lintas udara adalah, pesawat itu terbang pada ketinggian 35.000 saat menuju Beijing sebelum lenyap misterius.
Para peneliti mulai fokus pada dugaan pesawat mengalami kecelakaan, setelah mengabaikan dugaan pesawat itu dibajak teroris. Salah satu sumber dari pihak peneliti AS, mengatakan, pihak berwenang mengacu pada jejak terakhir dari pantauan radar, bahwa pesawat itu berbalik arah ke Kuala Lumpur sebelum menghilang.
”Tidak ada bukti yang menunjukkan aksi teror,” kata seorang sumber keamanan Eropa, yang terlibat dalam investigasi pesawat MAS MH370, seperti dikutip Reuters, Selasa (11/3/2014). ”Tidak ada penjelasan apa yang terjadi atau di mana (pesawat) itu,” katanya lagi.
Dua lembaga Pemerintah AS yang bertanggung jawab untuk keselamatan penerbangan, yakni Dewan Keselamatan Transportasi Nasional dan Federal Aviation Administration, bersama pihak produsen Boeing, telah mengirim pejabat mereka ke Kuala Lumpur untuk membantu investigasi.
Namun, pihak FBI mengaku belum mengirim tim khusus ke Malaysia karena belum diminta otoritas penerbangan Malaysia.”Kami terus memonitor situasi. Dan selalu siap membantu jika diperlukan,” kata juru bicara FBI, Paul Bresson.
Sumber-sumber keamanan AS mengatakan, bahwa berbagai spekulasi yang bermunculan atas hilangnya pensawat MAS MH370, sejauh ini tidak kredibel. Bahkan, dua penumpang misterius yang menggunakan paspor curian atau paspor palus dianggap bukan bukti dari dugaan pesawat dibajak teroris.
Satu-satunya bukti yang terpantau petugas lalu lintas udara adalah, pesawat itu terbang pada ketinggian 35.000 saat menuju Beijing sebelum lenyap misterius.
Para peneliti mulai fokus pada dugaan pesawat mengalami kecelakaan, setelah mengabaikan dugaan pesawat itu dibajak teroris. Salah satu sumber dari pihak peneliti AS, mengatakan, pihak berwenang mengacu pada jejak terakhir dari pantauan radar, bahwa pesawat itu berbalik arah ke Kuala Lumpur sebelum menghilang.
”Tidak ada bukti yang menunjukkan aksi teror,” kata seorang sumber keamanan Eropa, yang terlibat dalam investigasi pesawat MAS MH370, seperti dikutip Reuters, Selasa (11/3/2014). ”Tidak ada penjelasan apa yang terjadi atau di mana (pesawat) itu,” katanya lagi.
Dua lembaga Pemerintah AS yang bertanggung jawab untuk keselamatan penerbangan, yakni Dewan Keselamatan Transportasi Nasional dan Federal Aviation Administration, bersama pihak produsen Boeing, telah mengirim pejabat mereka ke Kuala Lumpur untuk membantu investigasi.
Namun, pihak FBI mengaku belum mengirim tim khusus ke Malaysia karena belum diminta otoritas penerbangan Malaysia.”Kami terus memonitor situasi. Dan selalu siap membantu jika diperlukan,” kata juru bicara FBI, Paul Bresson.
Sumber-sumber keamanan AS mengatakan, bahwa berbagai spekulasi yang bermunculan atas hilangnya pensawat MAS MH370, sejauh ini tidak kredibel. Bahkan, dua penumpang misterius yang menggunakan paspor curian atau paspor palus dianggap bukan bukti dari dugaan pesawat dibajak teroris.
(mas)