Aparat Filipina bentrok dengan pemberontak komunis, 12 tewas
Senin, 10 Maret 2014 - 23:13 WIB
Aparat Filipina bentrok dengan pemberontak komunis, 12 tewas
A
A
A
Sindonews.com – Sepuluh anggota pasukan keamanan dan dua pemberontak komunis tewas dalam serangkaian serangan gerilya yang menargetkan polisi dan militer Filipina, Senin (10/3/2014).
“Setidaknya 50 anggota pemberontak Tentara Rakyat Baru (NPA), menyerang sekelompok kecil polisi di kantor polisi di Matanao, selatan Pulau Mindanao saat fajar,” kata juru bicara militer setempat, Kapten William Rodriguez.
“Dua polisi tewas dan tiga lainnya luka-luka dalam serangan di kantor polisi. Sedangkan dua pemberontak yang mengenakan seragam militer, juga tewas,” kata Rodriguez. Ia menambahkan, salah satu dari tiga polisi yang terluka kemudian meninggal di rumah sakit.
Menurut Rodriguez, para pemberontak mencuri 10 senjata api dari gudang senjata polisi di Matanao. Ini adalah kota pertanian berbukit yang dihuni sekitar 52 ribu orang dan terletak sekitar 1.000 kilometer sebelah selatan Manila.
"Mereka mendatangi kota itu dengan menumpang truk dan bus kecil. Setengah jam kemudian, kelompok pemberontak lainnya juga menyerang detasemen militer setempat, tapi tak berhasil,” lanjut Rodriguez, seperti dikutip dari AFP.
Sekitar lima jam kemudian, 7 tentara Filipina tewas ketika kendaraan yang mereka tumpangi memicu ledakan sebuah bom pinggir jalan. “Kendaraan ini melindas bom ketika tentara Filipina mengejar para pemberontak yang bergerak mundur,” ujar Rodriguez.
Diprediksi, ada sekitar 100 gerilyawan yang ambil bagian dalam serangan terkoordinasi ini. “Sembilan tersangka gerilyawan NPA berhasil ditangkap ketika pasukan keamanan di Davao del Sur melakukan penjagaan di pos pemeriksaan,” kata Rodriguez.
“Setidaknya 50 anggota pemberontak Tentara Rakyat Baru (NPA), menyerang sekelompok kecil polisi di kantor polisi di Matanao, selatan Pulau Mindanao saat fajar,” kata juru bicara militer setempat, Kapten William Rodriguez.
“Dua polisi tewas dan tiga lainnya luka-luka dalam serangan di kantor polisi. Sedangkan dua pemberontak yang mengenakan seragam militer, juga tewas,” kata Rodriguez. Ia menambahkan, salah satu dari tiga polisi yang terluka kemudian meninggal di rumah sakit.
Menurut Rodriguez, para pemberontak mencuri 10 senjata api dari gudang senjata polisi di Matanao. Ini adalah kota pertanian berbukit yang dihuni sekitar 52 ribu orang dan terletak sekitar 1.000 kilometer sebelah selatan Manila.
"Mereka mendatangi kota itu dengan menumpang truk dan bus kecil. Setengah jam kemudian, kelompok pemberontak lainnya juga menyerang detasemen militer setempat, tapi tak berhasil,” lanjut Rodriguez, seperti dikutip dari AFP.
Sekitar lima jam kemudian, 7 tentara Filipina tewas ketika kendaraan yang mereka tumpangi memicu ledakan sebuah bom pinggir jalan. “Kendaraan ini melindas bom ketika tentara Filipina mengejar para pemberontak yang bergerak mundur,” ujar Rodriguez.
Diprediksi, ada sekitar 100 gerilyawan yang ambil bagian dalam serangan terkoordinasi ini. “Sembilan tersangka gerilyawan NPA berhasil ditangkap ketika pasukan keamanan di Davao del Sur melakukan penjagaan di pos pemeriksaan,” kata Rodriguez.
(esn)