Libya ancam serang kapal tanker Korut
Minggu, 09 Maret 2014 - 14:26 WIB
Libya ancam serang kapal tanker Korut
A
A
A
Sindonews.com – Libya mengancam akan membom sebuah kapal tanker berbendera Korea Utara (Korut), Morning Glory, yang tengah berlabuh di terminal minyak Al-Sidra, di wilayah timur Libya yang bergolak. Menurut Pemerintah Libya, kapal itu tengah membuat minyak secara ilegal.
"Jaksa Agung telah memberikan perintah agar kapal itu harus dihentikan," kata Perdana Menteri Libya, Ali Zeidan dalam konferensi pers, Sabtu (8/3/2014). "Semua pihak harus menghormati kedaulatan Libya. Jika kapal tidak sesuai, maka akan dibom," lanjutnya, seperti dikutip AFP.
Zeidan mengatakan, pihak berwenang telah mengatakan kepada Kapten kapal untuk meninggalkan wilayah perairan Libya. Namun, orang-orang bersenjata di kapal itu mencegah Kapten kapal untuk meninggalkan perairan Libya.
Kaum militan telah memblokir fasilitas Al-Sidra dan memuat minyak mentah ke kapal Morning Glory. Kelompok militan yang memproklamirkan diri di Cyrenaica timur, mengatakan, ekspor minyak dari Al-Sidra telah dimulai.
"Kami mengumumkan kepada Libya dan seluruh dunia, bahwa kita telah mulai mengekspor minyak," kata Rabbo al-Barassi, yang mengepalai Biro Eksekutif Cyrenaica yang dibentuk pada Agustus tahun lalu. "Kami tidak menentang pemerintah atau parlemen. Tapi, kami bersikeras pada hak-hak kami," katanya.
"Jaksa Agung telah memberikan perintah agar kapal itu harus dihentikan," kata Perdana Menteri Libya, Ali Zeidan dalam konferensi pers, Sabtu (8/3/2014). "Semua pihak harus menghormati kedaulatan Libya. Jika kapal tidak sesuai, maka akan dibom," lanjutnya, seperti dikutip AFP.
Zeidan mengatakan, pihak berwenang telah mengatakan kepada Kapten kapal untuk meninggalkan wilayah perairan Libya. Namun, orang-orang bersenjata di kapal itu mencegah Kapten kapal untuk meninggalkan perairan Libya.
Kaum militan telah memblokir fasilitas Al-Sidra dan memuat minyak mentah ke kapal Morning Glory. Kelompok militan yang memproklamirkan diri di Cyrenaica timur, mengatakan, ekspor minyak dari Al-Sidra telah dimulai.
"Kami mengumumkan kepada Libya dan seluruh dunia, bahwa kita telah mulai mengekspor minyak," kata Rabbo al-Barassi, yang mengepalai Biro Eksekutif Cyrenaica yang dibentuk pada Agustus tahun lalu. "Kami tidak menentang pemerintah atau parlemen. Tapi, kami bersikeras pada hak-hak kami," katanya.
(esn)