Pesan Menlu Iran ke RI: Tolak intoleransi, lindungi kaum Syiah
Kamis, 06 Maret 2014 - 16:29 WIB
Pesan Menlu Iran ke RI: Tolak intoleransi, lindungi kaum Syiah
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Mohammad Javad Zarif, dalam kunjungannya ke Indonesia, Kamis (6/3/2014), juga menyoroti masalah konflik sektarian. Dia berpesan kepada Pemerintah Indonesia untuk menolak intoleransi dan praktik-praktik kekerasan.
Pesan Zarif itu dia sampaikan saat bertemu dengan Menlu Indonesia, Marty Natalegawa, di Jakarta. "Satu-satunya cara untuk memberikan perlindungan kepada kaum Syiah di seluruh dunia, yaitu bekerja sama menolak intoleransi, ekstrimisme dan kekerasan," kata Zarif, dalam jumpa pers, di kompleks Kementerian Luar Negeri Indonesia.
"Indonesia dan Iran dapat menjadi garda terdepan sebagai negara Islam. Penting untuk menyerukan dan mempromosikan kepada kaum Muslim dan pemeluk agama lain, untuk mengedepankan perdamaian dan stabilitas di seluruh dunia," imbuh Zarif.
Konflik sektarian antara kaum Muslim Sunni dan kaum Muslim Syiah telah menjadi masalah besar di Timur Tengah. Konflik sektarian itu, memanas, salah satunya di Irak dan Suriah. Khusus di Suriah konflik yang sejatinya merupakan masalah politik kini telah menjadi konflik sektarian, setelah kelompok-kelompok militan ikut mengobarkan konflik sektarian tersebut.
Konflik sektarian juga sempat pecah di Indonesia. Di mana, beberapa tahun lalu terjadi pengusiran warga Sampang, Madura yang merupakan pengikut kaum Muslim Syiah dari tanah mereka sendiri.
Pesan Zarif itu dia sampaikan saat bertemu dengan Menlu Indonesia, Marty Natalegawa, di Jakarta. "Satu-satunya cara untuk memberikan perlindungan kepada kaum Syiah di seluruh dunia, yaitu bekerja sama menolak intoleransi, ekstrimisme dan kekerasan," kata Zarif, dalam jumpa pers, di kompleks Kementerian Luar Negeri Indonesia.
"Indonesia dan Iran dapat menjadi garda terdepan sebagai negara Islam. Penting untuk menyerukan dan mempromosikan kepada kaum Muslim dan pemeluk agama lain, untuk mengedepankan perdamaian dan stabilitas di seluruh dunia," imbuh Zarif.
Konflik sektarian antara kaum Muslim Sunni dan kaum Muslim Syiah telah menjadi masalah besar di Timur Tengah. Konflik sektarian itu, memanas, salah satunya di Irak dan Suriah. Khusus di Suriah konflik yang sejatinya merupakan masalah politik kini telah menjadi konflik sektarian, setelah kelompok-kelompok militan ikut mengobarkan konflik sektarian tersebut.
Konflik sektarian juga sempat pecah di Indonesia. Di mana, beberapa tahun lalu terjadi pengusiran warga Sampang, Madura yang merupakan pengikut kaum Muslim Syiah dari tanah mereka sendiri.
(esn)