Pembantai 3 bocah usai salat di Thailand ternyata tentara
Selasa, 04 Maret 2014 - 15:33 WIB
Pembantai 3 bocah usai salat di Thailand ternyata tentara
A
A
A
Sindonews.com - Dua tentara penjaga markas militer Thailand telah mengaku sebagai pelaku yang menmbak mati tiga bocah bersaudara yang pulang dari masjid usai salat awal Februari 2014 lalu. Dalam insiden itu, seorang ibu yang tengah hamil juga ditembak, namun berhasil diselamatkan.
Pengakuan dua tentara itu, disampaikan pihak kepolisian Thailand, Selasa (4/3/2014). Kedua tentara tersebut, Maming Bin Mama, 21 dan Sagrueara Jaehsea, 25, membuat pengakuan pada Senin, kemarin, bahwa mereka yang menembak mati ketiga bocah bersaudara di wilayah Bacho, Thailand selatan itu.
Wilayah Bacho, sejatinya sudah diklaim sebagai salah satu wilayah yang paling stabil di Provinsi Narathiwat, satu dari tiga provinsi di Thailand selatan yang mayoritas penduduknya Muslim.
Polisi mengatakan para tentara penjaga itu, melakukan serangan, setelah ayah dari bocah tersebut dicurigai menembak mati saudara dan adik ipar Maming pada Agustus 2013 lalu, di distrik yang sama. Ayah bocah-bocah itu sempat ditangkap, namun dibebaskan, karena tidak ada bukti kuat untuk menuntutnya.
”Mereka (penjaga) mengaku bahwa pembunuhan tersebut dimotivasi oleh balas dendam,” kata komandan polisi provinsi setempat, Pattanawuth Angkanawin kepada AFP. Kedua pelaku mengklaim penembakan yang menewaskan tiga bocah itu tidak sengaja, karena sasaran mereka sebenarnya adalah ayah dari ketiga bocah tersebut. Ayah tiga bocah itu lolos dari serangan pada saat yang sama.
Selain dua tersangka, kata polisi, masih ada tersangka lain yang hingga kini masih buron. Kedua tersangka itu, kini dijebloskan ke penjara.
Pengakuan dua tentara itu, disampaikan pihak kepolisian Thailand, Selasa (4/3/2014). Kedua tentara tersebut, Maming Bin Mama, 21 dan Sagrueara Jaehsea, 25, membuat pengakuan pada Senin, kemarin, bahwa mereka yang menembak mati ketiga bocah bersaudara di wilayah Bacho, Thailand selatan itu.
Wilayah Bacho, sejatinya sudah diklaim sebagai salah satu wilayah yang paling stabil di Provinsi Narathiwat, satu dari tiga provinsi di Thailand selatan yang mayoritas penduduknya Muslim.
Polisi mengatakan para tentara penjaga itu, melakukan serangan, setelah ayah dari bocah tersebut dicurigai menembak mati saudara dan adik ipar Maming pada Agustus 2013 lalu, di distrik yang sama. Ayah bocah-bocah itu sempat ditangkap, namun dibebaskan, karena tidak ada bukti kuat untuk menuntutnya.
”Mereka (penjaga) mengaku bahwa pembunuhan tersebut dimotivasi oleh balas dendam,” kata komandan polisi provinsi setempat, Pattanawuth Angkanawin kepada AFP. Kedua pelaku mengklaim penembakan yang menewaskan tiga bocah itu tidak sengaja, karena sasaran mereka sebenarnya adalah ayah dari ketiga bocah tersebut. Ayah tiga bocah itu lolos dari serangan pada saat yang sama.
Selain dua tersangka, kata polisi, masih ada tersangka lain yang hingga kini masih buron. Kedua tersangka itu, kini dijebloskan ke penjara.
(mas)