Penjara deportasi di Saudi rusuh, telan korban jiwa
Selasa, 04 Maret 2014 - 12:29 WIB
Penjara deportasi di Saudi rusuh, telan korban jiwa
A
A
A
Sindonews.com - Satu orang tewas dan sedikitnya sembilan orang terluka, akibat desak-desakan, setelah kekerasan pecah di pusat tahanan deportasi Shumaisy, Arab Saudi. Juru bicara kepolisian Makkah, Kolonel Atih Al Qureshi, menyatakan insiden terjadi hari Minggu lalu.
Menurut sumber di pusat deportasi Shumaisy, kekacauan meletus ketika beberapa narapidana berusaha memanjat dinding pusat deportasi dan menyerang para penjaga yang bertugas. Pasukan keamanan segera tiba untuk mengendalikan situasi.
”Polisi telah berulang kali memperingatkan narapidana untuk menenangkan diri, tapi mereka mulai merusak tempat,” kata Al – Qureshi, seperti dikutip Arab News, Selasa (4/3/2014).
Kerusuhan berlangsung selama beberapa jam.“Semua narapidana di pusat deportasi sedang menunggu penyelesaian prosedur sebelum kembali ke negara asal mereka,” katanya.
Polisi tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang kebangsaan korban tewas dan yang terluka. Situasi di lokasi kejadian juga tidak dijelaskan oleh aparat kepolisian di wilayah Makkah.
Namun, muncul laporan, bahwa kekerasan muncul akibat hasutan dari narapidana keturunan Afrika, yang sebelumnya dituduh memprovokasi tindak kekerasan serupa di pusat deportasi. Seorang diplomat senior dari negara yang bersangkutan menolak untuk berkomentar tentang masalah itu.
Menurut sumber di pusat deportasi Shumaisy, kekacauan meletus ketika beberapa narapidana berusaha memanjat dinding pusat deportasi dan menyerang para penjaga yang bertugas. Pasukan keamanan segera tiba untuk mengendalikan situasi.
”Polisi telah berulang kali memperingatkan narapidana untuk menenangkan diri, tapi mereka mulai merusak tempat,” kata Al – Qureshi, seperti dikutip Arab News, Selasa (4/3/2014).
Kerusuhan berlangsung selama beberapa jam.“Semua narapidana di pusat deportasi sedang menunggu penyelesaian prosedur sebelum kembali ke negara asal mereka,” katanya.
Polisi tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang kebangsaan korban tewas dan yang terluka. Situasi di lokasi kejadian juga tidak dijelaskan oleh aparat kepolisian di wilayah Makkah.
Namun, muncul laporan, bahwa kekerasan muncul akibat hasutan dari narapidana keturunan Afrika, yang sebelumnya dituduh memprovokasi tindak kekerasan serupa di pusat deportasi. Seorang diplomat senior dari negara yang bersangkutan menolak untuk berkomentar tentang masalah itu.
(mas)