Kesal, Obama: Rusia langgar kedaulatan Ukraina
Senin, 03 Maret 2014 - 09:45 WIB
Kesal, Obama: Rusia langgar kedaulatan Ukraina
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Amerika Serikat (AS) semakin kesal dengan tindakan Pemerintah Rusia yang mengerahkan pasukan militernya di wilayah Crimea (wilayah semi-otonom Ukraina).
Sementara itu, semalam terjadi ledakan keras di Ibukota Simferopol, Crimea dengan penyebab yang belum jelas.
“Pengiriman pasukan militer Rusia di Crimea, rumah bagi Armada Laut Hitam Rusia, adalah sebuah pelanggaran kedaulatan Ukraina,” ucap Presiden AS, Barack Obama.
Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, seperti dikutip Reuters, Selasa (3/3/2014), bersiap untuk mengunjungi Kiev, Ibukota Ukraina, Selasa besok. Kerry telah memperingatkan, bahwa Rusia mungkin akan dikeluarkan dari keanggotaan kelompok G-8 atas tindakannya mengerahkan pasukan militer di Crimea.
Namun, Menteri Luar Negeri Jerman, Frank - Walter Steinmeier, menahan ancaman Kerry itu. Dia berpendapat, keanggotaan Moskow untuk kelompok G-8 masih tetap berlanjut.
“Format G8 sebenarnya satu-satunya, di mana kita di Barat bisa berbicara langsung dengan Rusia,” kata Steinmeier.
Sementara itu, semalam terjadi ledakan keras di Ibukota Simferopol, Crimea dengan penyebab yang belum jelas.
“Pengiriman pasukan militer Rusia di Crimea, rumah bagi Armada Laut Hitam Rusia, adalah sebuah pelanggaran kedaulatan Ukraina,” ucap Presiden AS, Barack Obama.
Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, seperti dikutip Reuters, Selasa (3/3/2014), bersiap untuk mengunjungi Kiev, Ibukota Ukraina, Selasa besok. Kerry telah memperingatkan, bahwa Rusia mungkin akan dikeluarkan dari keanggotaan kelompok G-8 atas tindakannya mengerahkan pasukan militer di Crimea.
Namun, Menteri Luar Negeri Jerman, Frank - Walter Steinmeier, menahan ancaman Kerry itu. Dia berpendapat, keanggotaan Moskow untuk kelompok G-8 masih tetap berlanjut.
“Format G8 sebenarnya satu-satunya, di mana kita di Barat bisa berbicara langsung dengan Rusia,” kata Steinmeier.
(mas)