Uni Eropa desak Rusia tidak kirim pasukan ke Ukraina
Minggu, 02 Maret 2014 - 21:23 WIB
Uni Eropa desak Rusia tidak kirim pasukan ke Ukraina
A
A
A
Sindonews.com – Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Catherine Ashton, mendesak Rusia untuk tidak meneruskan penyebaran pasukan di Ukraina dan untuk mematuhi hukum internasional.
"Saya menyesalkan keputusan Rusia soal penggunaan Angkatan Bersenjata di Ukraina," kata Ashton, Sabtu (1/2/2014), seperti dikutip dari Reuters. "Ini adalah eskalasi yang tidak beralasan dari ketegangan yang muncul,” lanjutnya.
"Karena itu saya meminta Federasi Rusia untuk tidak mengirimkan pasukan, tetapi untuk mempromosikan pandangan-pandangannya melalui cara-cara damai. Kesatuan, kedaulatan, dan integritas teritorial Ukraina harus dihormati setiap saat dan oleh semua pihak," tambahnya.
"Setiap pelanggaran terhadap prinsip-prinsip ini tidak dapat diterima. Setiap gerakan atau penempatan pasukan harus sesuai dengan hukum dan komitmen internasional, terutama di bawah Piagam PBB dan OSCE Final Act, Budapest Memorandum of 1994, serta perjanjian bilateral seperti yang mengatur penempatan Armada Laut Hitam,” lanjutnya.
Ashton telah memanggil 28 Menteri Luar Negeri negara-negara Uni Eropa ke Brussels, Belgia, Senin (3/2/2014) untuk membicarakan krisis di Ukraina. Ia meminta semua pihak untuk segera mengurangi ketegangan melalui dialog.
"Saya menyesalkan keputusan Rusia soal penggunaan Angkatan Bersenjata di Ukraina," kata Ashton, Sabtu (1/2/2014), seperti dikutip dari Reuters. "Ini adalah eskalasi yang tidak beralasan dari ketegangan yang muncul,” lanjutnya.
"Karena itu saya meminta Federasi Rusia untuk tidak mengirimkan pasukan, tetapi untuk mempromosikan pandangan-pandangannya melalui cara-cara damai. Kesatuan, kedaulatan, dan integritas teritorial Ukraina harus dihormati setiap saat dan oleh semua pihak," tambahnya.
"Setiap pelanggaran terhadap prinsip-prinsip ini tidak dapat diterima. Setiap gerakan atau penempatan pasukan harus sesuai dengan hukum dan komitmen internasional, terutama di bawah Piagam PBB dan OSCE Final Act, Budapest Memorandum of 1994, serta perjanjian bilateral seperti yang mengatur penempatan Armada Laut Hitam,” lanjutnya.
Ashton telah memanggil 28 Menteri Luar Negeri negara-negara Uni Eropa ke Brussels, Belgia, Senin (3/2/2014) untuk membicarakan krisis di Ukraina. Ia meminta semua pihak untuk segera mengurangi ketegangan melalui dialog.
(esn)