China tutup lebih dari 5.000 klinik ilegal
Minggu, 02 Maret 2014 - 18:12 WIB
China tutup lebih dari 5.000 klinik ilegal
A
A
A
Sindonews.com – China telah menutup 5.088 klinik ilegal dalam tiga bulan terakhir. Langkah ini dilakukan untuk menanggulangi praktek medis ilegal, ungkap pihak otoritas kesehatan China.
“Sebuah kampanye yang sudah berlangsung selama setahun sejak Oktober lalu menargetkan klinik tanpa izin dan dokter yang tidak memenuhi syarat,” ungkap Komisi Kesehatan dan Keluarga Berencana Nasional (NHFPC) China dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Xinhua, Minggu (2/3/2014).
Dalam tiga bulan pertama, pihak berwenang menerima 7.316 laporan dan pengaduan dari masyarakat. Dari jumlah itu, 6538 laporan telah diselesaikan. Otoritas kesehatan di semua tingkatan menyelidiki 30.462 kasus praktik ilegal dan sudah mencabut lisensi 121 klinik medis dan keluarga karena melakukan pelanggaran.
“Sebanyak 964 kasus telah dilimpahkan ke polisi untuk penyelidikan lebih lanjut,” penyataan tersebut menambahkan.
Kampanye ini diluncurkan oleh enam pihak berwenang China, termasuk NHFPC, Kementerian Keamanan Publik dan departemen kesehatan dengan Departemen Logistik Umum, serta Tentara Pembebasan Rakyat China.
“Sebuah kampanye yang sudah berlangsung selama setahun sejak Oktober lalu menargetkan klinik tanpa izin dan dokter yang tidak memenuhi syarat,” ungkap Komisi Kesehatan dan Keluarga Berencana Nasional (NHFPC) China dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Xinhua, Minggu (2/3/2014).
Dalam tiga bulan pertama, pihak berwenang menerima 7.316 laporan dan pengaduan dari masyarakat. Dari jumlah itu, 6538 laporan telah diselesaikan. Otoritas kesehatan di semua tingkatan menyelidiki 30.462 kasus praktik ilegal dan sudah mencabut lisensi 121 klinik medis dan keluarga karena melakukan pelanggaran.
“Sebanyak 964 kasus telah dilimpahkan ke polisi untuk penyelidikan lebih lanjut,” penyataan tersebut menambahkan.
Kampanye ini diluncurkan oleh enam pihak berwenang China, termasuk NHFPC, Kementerian Keamanan Publik dan departemen kesehatan dengan Departemen Logistik Umum, serta Tentara Pembebasan Rakyat China.
(esn)