Militer Israel tembak mati wanita tua Palestina
Sabtu, 01 Maret 2014 - 17:43 WIB
Militer Israel tembak mati wanita tua Palestina
A
A
A
Sindonews.com - Militer Israel menembak mati seorang wanita tua asal Palestina di Jalur Gaza, di daerah dekat perbatasan. Wanita berusia 50 tahun itu ditembak mati, karena berjalan mendekati zona terlarang yang diterapkan militer Israel.
Namun, warga Gaza bingung dengan alasan penembakan terhadap wanita bernama Amna Qdaih,50 . Terlebih, wanita itu diketahui menderita gangguan mental. ”Dia mendekat di dekat tembok pemisah yang membentang antara wilayah Israel dan Jalur Gaza,” tulis kantor berita Reuters, Sabtu (1/3/2014) mengutip keterangan warga Gaza.
Sementara itu, pihak militer Israel ketika dikonfirmasi atas penembakan itu, mengatakan, tentara Israel sebelum menembak korban, sudah terlebih dahulu meminta agar korban mundur dari zona terlarang. Namun, karena menolak, wanita tua itu ditembak mati.
Selain Qdaih, satu warga Palestina lainnya juga dipukul aparat militer Israel, karena mengabaikan perintah agar menjauh dari zona terlarang. Jenazah Qdaih sudah dibawa ke sebuah rumah sakit di Gaza pada hari ini, setelah penembakan yang berlangsung kemarin.
Israel dan Hamas--faksi di Palestina yang memerintah Gaza--, setuju untuk gencatan senjata pada tahun 2012. Wilayah perbatasan di Jalur Gaza relatif tenang sejak disepakati gencatan senjata tersebut, meski militer Israel akhir-akhir ini kerap melakukan serangan di wilayah tersebut.
Namun, warga Gaza bingung dengan alasan penembakan terhadap wanita bernama Amna Qdaih,50 . Terlebih, wanita itu diketahui menderita gangguan mental. ”Dia mendekat di dekat tembok pemisah yang membentang antara wilayah Israel dan Jalur Gaza,” tulis kantor berita Reuters, Sabtu (1/3/2014) mengutip keterangan warga Gaza.
Sementara itu, pihak militer Israel ketika dikonfirmasi atas penembakan itu, mengatakan, tentara Israel sebelum menembak korban, sudah terlebih dahulu meminta agar korban mundur dari zona terlarang. Namun, karena menolak, wanita tua itu ditembak mati.
Selain Qdaih, satu warga Palestina lainnya juga dipukul aparat militer Israel, karena mengabaikan perintah agar menjauh dari zona terlarang. Jenazah Qdaih sudah dibawa ke sebuah rumah sakit di Gaza pada hari ini, setelah penembakan yang berlangsung kemarin.
Israel dan Hamas--faksi di Palestina yang memerintah Gaza--, setuju untuk gencatan senjata pada tahun 2012. Wilayah perbatasan di Jalur Gaza relatif tenang sejak disepakati gencatan senjata tersebut, meski militer Israel akhir-akhir ini kerap melakukan serangan di wilayah tersebut.
(mas)