Polisi China bekuk ribuan orang penjual 382 bayi
Jum'at, 28 Februari 2014 - 13:59 WIB
Polisi China bekuk ribuan orang penjual 382 bayi
A
A
A
Sindonews.com - Polisi China telah menahan sekitar 1.094 orang dan menyelamatkan 382 bayi yang hendak dijual. Praktik penjualan bayi itu dilakukan melalui jaringan perdagangan online.
”Pedagang anak telah mengambil pertarungan online, dengan menggunakan ‘adopsi resmi’ sebagai kedok,” demikian laporan kantor berita negara China, Xinhua, mengutip seorang pejabat polisi secara anonim, Jumat (28/2/2014). “Mereka (tersangka) tampak baik, dan sangat menipu."
Para pedagang bayi menggunakan website dengan nama seperti “China Orphan Network” dan "Dream Adoption Home”. Praktik penjualan bayi secara online tersebut cukup menyulitkan polisi untuk memburu para tersangkanya.
Kendati demikian, media China tersebut tidak memastikan, apakah Pemerintah China akan menyatukan bayi-bayi yang hendak dijual itu dengan orang tuanya atau tidak.
Dalam sebuah pemberitaan terpisah, Xinhua memperingatkan orang tua untuk menjaga bayinya dari kawanan penculik. Di negara itu, kawanan penculik bayi beraksi di berbagai tempat, salah satunya di rumah sakit. Di mana, salah satu pelakunya menyamar sebagai perawat.
Bulan lalu pengadilan China menjatuhkan vonis mati terhadap seorang dokter yang menjual tujuh bayi yang baru lahir kepada sindikat pedagang bayi. Kasus itu memicu kemarahan publik setempat. Zhang Shuxia, 55,--nama dokter China itu--, dinyatakan bersalah karena menjual tujuh bayi masing-masing seharga 21.600 yuan atau sekitar Rp42 juta.
”Pedagang anak telah mengambil pertarungan online, dengan menggunakan ‘adopsi resmi’ sebagai kedok,” demikian laporan kantor berita negara China, Xinhua, mengutip seorang pejabat polisi secara anonim, Jumat (28/2/2014). “Mereka (tersangka) tampak baik, dan sangat menipu."
Para pedagang bayi menggunakan website dengan nama seperti “China Orphan Network” dan "Dream Adoption Home”. Praktik penjualan bayi secara online tersebut cukup menyulitkan polisi untuk memburu para tersangkanya.
Kendati demikian, media China tersebut tidak memastikan, apakah Pemerintah China akan menyatukan bayi-bayi yang hendak dijual itu dengan orang tuanya atau tidak.
Dalam sebuah pemberitaan terpisah, Xinhua memperingatkan orang tua untuk menjaga bayinya dari kawanan penculik. Di negara itu, kawanan penculik bayi beraksi di berbagai tempat, salah satunya di rumah sakit. Di mana, salah satu pelakunya menyamar sebagai perawat.
Bulan lalu pengadilan China menjatuhkan vonis mati terhadap seorang dokter yang menjual tujuh bayi yang baru lahir kepada sindikat pedagang bayi. Kasus itu memicu kemarahan publik setempat. Zhang Shuxia, 55,--nama dokter China itu--, dinyatakan bersalah karena menjual tujuh bayi masing-masing seharga 21.600 yuan atau sekitar Rp42 juta.
(mas)